JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Buah jeruk merupakan bagian komersil tanaman yang di jual dan bernilai ekonomis. Buah yang bagus dengan ukuran tertentu (sedang atau besar) akan bernilai lebih baik dan lebih mahal dibandingkan dengan buah yang cacat dan berukuran kecil. Sehingga penting untuk mencegah buah jeruk jelek dan kecil. Upaya yang dilakukan antara lain dengan memahami serangan hama dan penyakit pada buah tersebut. Uraian ini didiseminasikan oleh Peneliti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjesro) Ir. Otto Endarto, M.Si dan Rudi S.P. dalam kunjungan lapang dan pertemuan dengan beberapa kelompok tani dan petugas lapang.

Dalam uraian dan dikusi dipaparkan bahwa beberapa serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan buah menjadi cacat dan menurunkan harga jual hingga 30%. Serangan hama tersebut antara lain: 1). Tungau Karat Jeruk yang menyerang mulai dari buah muda sampai tua, menyebabkan buah menjadi burik, kehitaman dan cacat; 2). Kutu Sisik/Kutu Perisai, menyebabkan buah gugur, bercak hijau atau kuning pada kulit buah; 3). Trips, serangan pada buah sangat muda, bercak coklat keabu-abuan dan garis nekrotis sekeliling luka. Sedangkan serangan penyakit antara lain: 1). Penyakit Embung Tepung, ditandai dengan lapisan tepung putih yang bisa menyerang buah muda sehingga menyebabkan keguguran; 2. Penyakit Kudis, fase kritis saat fruit set sampai buah pentil; 3. Embun Jelaga, biasanya ada vektor kutu daun Aphididae, kulit buah menghitam, buah kerdil, lambat matang, buah burik menghitam; 4. Kanker jeruk, infeksi berupa gejala terbentuk gabus warna coklat dengan bagian tepi tidak berwarna kuning.

Upaya pengendalian dan pencegahan serangan hama dan penyakit tersebut dimulai dari buah bertunas sampai buah matang. Pengendalian bisa dilakukan dengan cara disempot dan dioles menggunakan beberapa pestisida seperti insektisida, fungisida atau bakterisida. Kandungan bahan aktif seperti abamektin, imidakloropil, carbamanat, diflubenzuron atau bahan aktif benomil, propineb, copper, thiaphanatemethyl, bubur california, streptomissin dan kloromisetin.