JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Dari hasil kunjungan dan praktik lapang yang dilakukan oleh Peneliti Balitjestro dan Kepala BPTP Jambi, Peneliti BPTP Jambi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjung Jabung Barat bersama dengan Kelompok Tani Subur Makmur pada Rabu 31 Oktober 2018, telah dilakukan praktik lapang mengenai teknologi penyusuan dan metode top working pada tanaman jeruk sebagai salah satu cara untuk memacu pertumbuhan tanaman yang terganggu pertumbuhannya.

Teknologi penyusuan adalah teknologi dengan menempelkan tunas dari batang bawah JC tanaman jeruk ke batang jeruk asal. Batang bawah JC tanaman jeruk yang dipakai adalah 3 batang bawah untuk ditempelkan ke satu batang asal jeruk. Caranya yaitu dengan membuat irisan seperti T terbalik pada kulit batang asal jeruk yang ingin diinfus (disusukan), kemudian batang bawah yang sudah bertunas (setelah sebelumnya ditanam di sekeliling batang asal) tunasnya dipotong dan ditempelkan pada kulit batang dan selanjutnya diikatkan dengan plastik okulasi, dengan demikian hara dan nutrisi akan mengalir dari batang bawah tersebut ke batang asal tadi.

Sedangkan teknologi top working adalah teknologi mengganti varietas tanaman yang sudah ada di lapang secara cepat tanpa harus membongkar tanaman. Teknik ini ialah menyambung atau menempel pada batang bawah tanaman yang berupa pohon besar dengan diameter batang bawah antara 5 - 30 cm. metode top working pada tanaman jeruk dapat dilakukan dengan cara sambung kulit, sambung tunas dan okulasi/penempelan.

Petani dan peserta praktik lapang dengan antusias melihat dan mempelajari cara teknologi penyusuan dan top working yang dilakukan oleh Peneliti Balitjestro (Ir. Otto Endarto, M.Si dan Rudi Cahyo, S.P) dengan didampingi oleh peneliti dari BPTP Jambi.