JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BATANGHARI - Optimasi pengelolaan sumber daya air dititikberatkan pada penyediaan air irigasi, baik berupa air permukaan maupun air tanah. Peningkatan alih fungsi lahan serta perubahan iklim berdampak langsung terhadap penurunan tingkat ketersersediaan air yang akan berpengaruh terhadap keberlanjutan sektor pertanian. Oleh sebab itu, efisiensi pemanfaatan dan pendistribusian air menjadi faktor penting dalam pengelolaan sumber daya air. Sehubungan dengan hal ini, maka Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2016 melakukan kegiatan survey dan identifikasi sumber daya air untuk pembangunan infrastruktur air atau bangunan irigasi. Survey dan identifikasi dilakukan dalam rangka: 1). Mengidentifikasi sumber daya air untuk pembuatan atau perbaikan embung/dam parit/long storage/perpompaan/pipanisasi; 2). Luas daerah tangkapan air (DTA) dan luas lahan target/coverage area, 3. Pengumpulan data agronomi tanaman padi, data nama dan ketua kelompok tani/gabungan kelompok tani.

Kegiatan survey dan identifikasi sumber daya air (SDA) lanjutan tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Tim Kegiatan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) BPTP Balitbangtan Jambi pada Kamis (4/10/2018) ini salah satunya dilakukan di Kabupaten Batanghari pada beberapa kecamatan yang merupakan lokasi pertanaman tanaman pangan khususnya padi. Kabupaten Batanghari merupakan salah satu kabupaten yang tanaman padi dominan ditanam di lahan rawa lebak. Sistem tanam padi pada lahan rawa lebak sangat tergantung pada keadaan musim dan ketinggian genangan di lahan. Sumber daya air cukup baik tersedia di wilayah ini, namun kondisi infrastruktur air untuk menjamin ketersediaan air perlu dibuat, diperbaiki dan direnovasi karena penggunaan yang sudah lama dan rusak.

Survey di Desa Sukaramai, Dusun Rawasari dengan luas layanan 50 ha, kebutuhan bangunan air yang diperlukan adalah pompa, pipanisasi dan embung. Selanjutnya di Dusun Taman Sari dengan luas layanan 150 ha, kebutuhan bangunan air yaitu dam parit dan pintu air.

Berdasarkan identifikasi di Desa Pematang Limo Suku diperoleh luas layanan 190 ha di dua dusun yaitu Dusun Tambak Sari dengan luas layanan 40 ha dan kebutuhan bangunan air yaitu pompa dan pipanisasi. Dusun Danau Panjang dengan luas layanan 150 ha kebutuhan, bangunan air yaitu dam parit, long storage dan pembersihan kanal parit.

Selanjutnya tim melakukan survey di Desa Pulau dengan luas layanan 584 ha yang terbagi ke dalam 5 dusun yaitu Danau Sentul dengan luas layanan 45 ha dan kebutuhan bangunan air yaitu dam parit dan pintu air. Dusun Pematang Pirik dengan luas layanan 47 ha, kebutuhan bangunan air dam parit dan pintu air. Dusun Rawang Tigo Seratus dengan luas layanan 420 ha, kebutuhan bangunan air yaitu embung dan saluran air. Dusun Sungai Lantang dengan luas layanan 22 ha dan kebutuhan bangunan air yaitu perbaikan dam dan long storage. Terakhir di Dusun Aur Gading dengan luas layanan 50 ha, kebutuhan bangunan air adalah embung.