JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BATANGHARI - Bertempat di Saung Hidroponik Kawasan Gelar Teknologi Hari Krida Pertanian (HKP) ke-46 tingkat Provinsi Jambi di Bulian Kabupaten Batanghari, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jambi terus sosialisasikan teknologi budidaya tanaman hidroponik. Satu hari menjelang pembukaan atau tiga hari mejelang peringatan puncak HKP, tepatnya Rabu 11 Juli 2018 BPTP Balitbangtan Jambi melaksanakan pelatihan budidaya hidroponik yang diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kader PKK  dari Desa Olak dan Desa Aro Kecamatan Bulian Kabupaten Batanghari, dengan jumlah peserta 60 orang. Pelatihan ini direncanakan selama tiga hari yakni pada tanggal 11 s.d. 13 Juli 2018 dengan peserta yang berbeda-beda setiap harinya. 

Budidaya hidroponik merupakan bagian dari pemanfaatan lahan pekarangan dengan berbagai jenis tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan gizi keluarga, mengurangi pengeluaran keluarga bahkan dapat menambah penghasilan keluarga. “Hal ini selaras dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan program Hatinya PKK” kata narasumber Syafri Edi Peneliti Madya dari BPTP Jambi sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan Penguatan Tagrimart dan Dukungannya pada Pengembangan KRPL dan sebagai anggota Pokja 3 TP PKK Provinsi Jambi.

Peserta dikenalkan terlebih dahulu dengan bahan-bahan dan alat-alat yang dibutuhkan pada budidaya hidroponik, seperti kain planel, netpot, rockwool, nutrisi dan wadah atau tempat budidaya hidroponik mulai dari bahan-bahan yang sederhana seperti limbah atau barang-barang bekas air mineral, jerigen bekas minyak goreng, styrofoam, sampai penggunaan pipa paralon dan teknologi aquaponik. Bahan-bahan tersebut dapat diganti dengan bahan yang lebih mudah diperoleh dan tersedia disekitar kita atau bahkan limbah, seperti netpot dapat ditukar dengan bekas air mineral atau bekas es walls, rockwool dapat ditukar dengan sekam bakar, atau sabut kelapa, kain planel dapat ditukar dengan bekas keset atau karpet. Dengan teori dan praktik seperti ini peserta merasakan manfaat dari kegiatan ini bahkan peserta pelatihan enggan meninggalkan Saung Hidroponik, ingin tetap duduk berlama-lama serta diskusi dengan narasumber tentang budidaya tanaman hidroponik, manfaat sayuran terhadap kesehatan, kandungan atau nutrisi dari berbagai jenis sayuran dan kiat mengolah sayuran untuk keluarga terutama anak-anak yang masih kurang suka mengkonsumsi sayuran. Disamping teori dan praktik, peserta dan pengunjung Saung Hidroponik dapat melihat secara langsung beberapa model dan teknologi budidaya sayuran hidroponik.

Kedua kelompok peserta pelatihan cukup aktif bertanya dan berdiskusi, khususnya tentang budidaya hidroponik dan pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman, ternak dan ikan secara umum. Kedua kelompok ini langsung dipimpin oleh penyuluh pendamping dan ketua penggerak PKK desa. Menurut mereka dengan waktu yang sangat terbatas hanya dua jam untuk masing-masing peserta belum cukup untuk menerima semua penjelasan dan praktik yang diadakan. Peserta ingin mendalami budidaya hidroponik yang merupakan bagian dari teknologi  pemanfaatan lahan pekarangan, sehingga akhirnya narasumber menawarkan untuk datang langsung ke Taman Agro Inovasi BPTP Balitbangtan Jambi di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muara Jambi dengan terlebih dahulu membuat surat ke BPTP Balitbangtan Jambi.

Seusai pelatihan dan kembali kedesa masing-masing, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan apa yang telah dilihat dan dipraktekan sehingga lahan pekarangan dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan berbagai teknologi dan berbagai jenis tanaman, mampu meningkatkan gizi keluarga, mengurangi pengeluaran dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta tercapai pola konsumsi makanan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Aamiin YRA.