JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Tanaman perkebunan yang belum menghasilkan merupakan peluang untuk usahatani kedelai. Melalui project Smartd Badan Litbang Pertanian tahun 2018, diadakan pengkajian teknologi budidaya kedelai integrasi dengan tanaman perkebunan. BPTP Balitbangtan Jambi ditetapkan sebagai penanggung jawab RPTP untuk Provinsi Jambi dan 6 provinsi lainnya yaitu Riau,  Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara. Kedelai diintegrasikan dengan tanaman perkebunan karet, kelapa sawit dan kelapa dalam. Di Provinsi Jambi dikaji teknologi budidaya kedelai varietas Dena I dan Anjasmoro pada perkebunan karet dan kelapa sawit, masing-masing seluas 2 ha di kecamatan VII koto,  Kabupaten Tebo.

Kajian ini mendukung program swasembada kedelai di Indonesia karena memanfaatkan lahan perkebunan akan memperluas tanam kedelai (PATB) yang secara pertanaman monokultur kalah bersaing dibandingkan komoditi jagung. Disamping itu, teknologi ini akan memberikan manfaat secara ekonomi sebagai tambahan pendapatan keluarga sebelum tanaman utama perkebunan menghasilkan, apalagi saat ini harga karet rendah (kurang dari Rp 7.000-, per kg). Usahatani kedelai di lahan perkebunan juga akan memberikan dampak positif dalam pemeliharaan kebun dan pertumbuhan tanaman perkebunan.

Salah satu komponen teknologi dalam kajian ini adalah varietas unggul baru kedelai Dena I hasil Badan Litbang Pertanian. Varietas Dena I ini memiliki beberapa keunggulan spesifik yaitu tahan naungan sampai 50% dengan tipe tumbuh determinat, tinggi lk 59 cm. Potensi hasil cukup tinggi, bisa mencapai 2,89 ton/ha dan rata-rata 1,69 ton/ha. Biji agak lonjong dengan ukuran tergolong besar. Berat 100 biji 11,07-16,06 gram.  Biji besar ini disukai petani kedelai di provinsi Jambi. Varietas ini juga tahan penyakit karat dengan umur panen relatif cepat (78 hari).

Dalam pengkajian ini juga disandingkan dengan varietas Anjasmoro yang sudah biasa ditanam petani. Perkembangan kegiatan kajian teknologi budidaya kedelai pada tanaman karet dan kelapa sawit saat ini (8/7/2018) sudah sampai pada tahap CPCl, pembersihan lahan dan siap untuk ditanam. Penanaman akan dilakukan setelah turun hujan sebanyak dua atau tiga kali lagi.