JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BATANG HARI - Desa Peninjauan Kecamatan Marosebo Ulu memiliki luas wilayah kurang lebih 20.000 hektar, merupakan daerah penyanggah Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang memiliki peranan penting dalam menjaga pelestarian ekosistem plasma nutfah didalamnya.   Desa Peninjauan memiliki kekeyaan alam berupa danau, sawah rawa lebak dan komoditas  tanaman durian lokal unggul yang beragam serta sebagai lokasi  jalan lintasan pengunjung yang akan masuk ke lokasi TNBD, sehingga cukup berpotensi untuk menjadi Desa wisata.

Pentingnya keberadaan Desa Penyanggah, maka Balai Taman Nasional Bukit Duabelas mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan merancang program desa wisata dengan komoditas tanaman unggulan durian. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pelatihan perbanyakan bibit durian secara vegetatif dan simulasi pembentukan desa wisata. Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari (11-14 Mei 2018) di Aula Kantor Desa Peninjauan dan kebun masyarakat.  Dalam kegiatan tersebut panitia mengundang narasumber dari BPTP Balitbangtan Jambi Joko Supriyanto dan tokoh Relawan dari Solo Mas Jiwo yang merupakan pemegang piagam penghargaan Danamon Award atas keberhasilannya membentuk desa wisata durian di Desa Pogog Kabupaten Jawa Tengah. Acara dihadiri oleh masyarakat desa sebanyak 40 orang terdiri dari aparatur desa dan relawan pemerhati kelestarian lingkungan.

Pelatihan dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama yaitu pemberian teori di ruangan selama 3 hari dengan materi perbanyakan tanaman secara vegetatif sistem sambung dan okulasi, teknologi budididaya durian unggul dan program kelembagaan menuju desa wisata berbasis durian. Sesi ke-2 praktik lapang dilaksanakan pada hari ke-3 yaitu penentuan pohon induk durian untuk batang atas, penyemaian batang bawah durian dan teknologi penyambungan (sambung pucuk, sambung samping dan okulasi). Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, masing-masing peserta mempraktikkan teknologi penyambungan durian minimal 5 bibit.

Pada hari ke-4 peserta kembali menerima pembekalan berupa simulasi pembentukan program desa wisata yang disampaikan oleh Mas Jiwo. Kegiatan simulasi diawali dengan pembagian kuisioner kepada peserta yang bertujuan untuk mengetahui kendala, potensi dan keinginan masyarakat untuk desanya. Mas Jiwo menyampaikan langkah awal yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasi sumber daya yang ada di desa, baik keunggulan maupun kelemahan, selanjutnya menentukan arah tujuan. Desa wisata harus didukung dari semua lini yang ada di desa baik sumberdaya alam berupa pertanian, ternak dan estetika alam maupun sumberdaya manusia dan yang paling penting keamanan dan keramahtamahan masyarakat setempat.