JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

TANJUNG JABUNG BARAT - Tim peneliti BPTP Balitbangtan Jambi mendampingi petani melaksanakan pemberian kapur di pertanaman jeruk pada lahan pasang surut Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (14/5/2018). Aplikasi kapur bertujuan untuk menaikkan pH tanah agar optimal untuk pertumbuhan tanaman.

Pendampingan teknologi pada kawasan hortikultura jeruk telah dirintis oleh BPTP Balitbangtan Jambi sejak tahun 2015. Kendala utama di tingkat petani adalah penerapan teknologi yang belum optimal dan kebiasaan panen muda sehingga harga jual rendah. Pendampingan teknologi dalam bentuk demplot seluas 1 Ha kembali dilaksanakan pada tahun 2018 melalui kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Hortikultura.

Berdasarkan hasil analisis tanah diketahui lahan di lokasi kegiatan bersifat sangat masam dengan pH 3,8 sehingga tidak optimal bagi tanaman jeruk yang membutuhkan pH 6. Ameliorasi lahan melalui pemberian kapur dan pemupukan merupakan bagian dari teknologi spesifik lokasi yang disesuaikan dengan kondisi agroekosistem. Pemupukan menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia sesuai hasil analisis tanah, dilakukan 4 minggu setelah pemberian kapur.

Teknologi yang juga diterapkan adalah pemangkasan terhadap cabang-cabang non produktif dan tunas air, peningkatan sanitasi kebun melalui penyiangan gulma, pembersihan saluran drainase dan pengendalian OPT. Hasil pengamatan menunjukkan OPT dominan adalah lalat buah, kutu loncat, penyakit CVPD dan diplodia. Penerapan teknologi  yang optimal bertujuan untuk meningkatkan kualitas jeruk hasil sentra produksi Kecamatan betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.