JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KERINCI - Bagi para penikmat kopi, sensasi rasa kopi Arabika memiliki nilai cita rasa tersendiri. Demikian juga dengan kopi Arabika asal dataran tinggi Kerinci yang mulai mendunia sebagai salah satu kopi dengan cita rasa terbaik dan telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis. Kualitas dari rasa kopi Arabika Kerinci berawal sejak dari kebun, selama pengolahan dan sampai penyajian untuk dinikmati.

Dari penelusuran tim peneliti BPTP Balitbangtan Jambi pada Rabu (9 Mei 2018) di sentra produksi kopi Arabika di Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat dan Kecamatan Gunung Raya, diketahui ada beberapa cara pengolahan kopi yaitu full washed, dry hull, honey dan natural. Minat konsumen kopi tidak dipengaruhi dari empat cara pengolahan tersebut.  Hasil akhir pengolahan kopi yang paling diminati konsumen hampir semuanya dalam bentuk green bean dan sebagian kecil yang bentuk roasted bean (kalau ada permintaan saja).

Kelas mutu yang paling banyak diproduksi dan dipasarkan adalah specialty, namun beberapa juga ada yang memproduksi grade 1, cabutan dan pixel dari hasil sisa sortasi produksi specialty.  Sejauh ini mutu green bean selalu diterima pasar, khususnya specialty, sekalipun pada proses pengolahan masih bervariasi dan hal ini terlihat dari harga yang berkisar Rp. 75.000 - Rp. 120.000 per kg.  Hasil pengolahan dengan cara natural memiliki harga lebih tinggi. Untuk menjaga stabilitas mutu dan daya saing di pasaran tentu konsistensi setiap tahap proses pengolahan dipertahankan atau diperbaiki bagi petani pemula agar tetap diingat peminat yang sudah terlanjur suka.

BPTP Balitbangtan Jambi melalui kegiatan kajian mutu kopi Arabika di Kerinci mengawalinya dengan survei keragaan pengolahan yang sudah ada. Hal ini dilakukan dengan harapan agar kopi Arabika asal Kerinci punya posisi tawar diantara kopi dunia.