JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

JAKARTA – Dalam rangka percepatan pencapaian Serap Gabah/ Beras Petani (Sergap) tahun 2018 maka dilaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Sergap di Gedung Bulog, Rabu (9/5/2018). Rakor dihadiri oleh Menteri Pertanian, Dirut Bulog, Aster Kasad, Ka. BKP, Direksi Perum Bulog, Dewan Pengawas, sejumlah pejabat eselon 1 dan eselon 2 Kementerian Pertanian serta seluruh Kadivre Bulog dan Ka. BPTP.

Dirut Perum Bulog menyampaikan bahwa Bulog berusaha meningkatkan serap gabah petani, untuk itu maka diadakan kerjasama Bulog dengan kementan dan TNI. “Perlu kerjasama yang kuat untuk menjamin ketersediaan pangan nasional” tambahnya

Menteri Pertanian memberikan arahan agar memperkuat sinergi antara kementan dan Bulog untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Beberapa point penting hasil Rakor antara lain: 1). Stok kita berada pada posisi aman, meskipun dulu ada beberapa komoditas yang diimpor, tetapi sekarang sudah ekspor; 2). Saat ini harga cabe relatif stabil, bawang merah sudah ekspor, ayam juga sudah ekspor ke 3 negara dan pasar jepang, telur ekspor. Artinya tidak ada alasan harga pangan strategis naik pada bulan ramadhan ini; 3). Harus diakui ada anomali disparitas harga. Di tingkat pasar harga cukup rendah tetapi di pasar harga tinggi. Adalah tugas bulog sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang menstabilkan harga, sementara untuk peningkatan produksi menjadi tugas Kementan; 4). Ada hal menarik bagi Dirut baru, begitu Dirut Bulog dilantik ternyata harga pangan ada yang turun; 5). Sepanjang sejarah bulog, serapan gabah harian paling tinggi terjadi kemarin (8/5), yakni sebanyak 22 ribu ton; 6). Bulog hanya mampu menyerap 5 % dari total gabah petani. Ini menjadi landasan kebijakan kementan. Untuk bulan Januari-Juni target sergap Bulog 2,2 juta ton. Saat ini stok bulog banyak, suplai meningkat hampir 3 kali lipat tetapi harga tetap tinggi/konstan. Artinya ada hal yang ganjil terjadi di lapangan. Instruksi presiden adalah memperpendek rantai pasok, yakni gabah langsung digiling dan beras langsung masuk gudang Bulog, jadi harga jual petani tetap tinggi yang mirip dengan harga pasar; 7). Ada juga kebijakan operasi pasar diserahkan ke swasta. Sementara instrumen pengawasan penjualan swasta agar dijual sesuai aturan belum ditemukan. Bilamana mitra tidak menjual sesuai aturan maka penurunan harga sulit tercapai.

Kesimpulan materi dari Bulog, Dirjen Tanaman Pangan dan Badan Ketahanan Pangan, antara lain: 1). Sistem serap beras dari pedagang dirubah menjadi sistem serap gabah langsung ke petani untuk menekan middlemen yang meraup keuntungan selama ini; 2). Perubahan sistem serap gabah ditujukan untuk meningkatkan harga gabah ditingkat petani dan menekan harga gabah ditingkat konsumen; 3) Optimalkan operasi 132 unit pengelola beras gabah (UPBG) Bulog dan memanfaatkan bantuan 1.000 unit mesin pengering (dryer) di gapoktan sebagai mitra kerja bulog; 4). Fokus serap gabah pada provinsi yang masih tinggi potensi panen pada bulan Mei-Juni; 5). Bulog agar melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan TNI, BPTP, dinas pangan, dan poktan.