JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pemanfaatan lahan pekarangan dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sangat penting dilaksanakan untuk menjamin kebutuhan pangan keluarga. Program KRPL juga mendukung pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pangan keluarga, demikian sambutan yang disampaikan oleh Wakil Ketua III Hj. Murnalis yang juga selaku koordinator Pokja III TP PKK Kota Sungai Penuh dalam “Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Tingkat Kota Sungai Penuh” bertempat di aula Hotel Matahari 2, hari Rabu tanggal 9 Mei 2018.

Selanjutnya disampaikan bahwa tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah: (1) Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari, (2) Meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, toga, ternak, ikan, pengolahan hasil dan kompos, (3) Mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan, (4) Melestarikan tanaman pangan lokal untuk masa depan dan (5)    Mengembangkan ekonomi produktif keluarga, hingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lingkungan hijau, bersih dan sehat secara mandiri. Disampaikan juga bahwa ada 8 kecamatan di Kota Sungai Penuh, setiap kecamatan terdapat satu desa contoh yang didampingi oleh TP PKK Kota Sungai Penuh dan satu desa contoh yaitu, Desa Koto Pudung Kecamatan Tanah Kampung yang merupakan juara satu lomba HATINYA PKK tingkat Provinsi Jambi dan saat ini mengikuti lomba HATINYA PKK tingkat nasional.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh pengurus kelompok penerima bantuan KRPL P2KP 4 desa sumber dana APBN, penerima bantuan KRPL P2KP 10 desa sumberdana APBD II, kader PKK desa penerima bantuan, TP PKK kecamatan dan TP PKK Kota Sungai Penuh dengan jumlah peserta 80 orang. Narasumber berasal dari: (1) Pengurus TP PKK Kota Sungai Penuh, (2) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jambi, (3) Kadis. Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh dan (4) Kabid Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh.

Syafri Edi selaku narasumber dari BPTP Balitbangtan Jambi adalah penanggung Jawab Kegiatan KRPL di BPTP Balitbangtan Jambi dan merupakan anggota Pokja III TP PKK Provinsi Jambi dengan materi “Pemanfaatan Pekarangan dengan Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)”.  Ia menyatakan bahwa KRPL adalah Sebuah konsep kawasan perumahan penduduk atau suatu lingkungan aktivitas/tempat tinggal kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangan atau lahan sekitarnya untuk kegiatan budidaya secara intensif sehingga dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi warga setempat.

Kegiatan pemanfaatan pekarangan identik dengan program Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA) PKK pada Pokja III. Ada 7 tugas Pokja III hasil Rakernas VIII tahun 2015 Memantapkan Gerakan (HATINYA PKK) dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, yaitu : (1) Memantapkan Gerakan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK) dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, (2) Meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan keluarga melalui penganekaragaman tanaman dan pangan, (3) Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), berbasis sumberdaya lokal, (4) Sosialisasi dalam upaya memanfaatkan sumberdaya energi dan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam upaya efektifitas dan efisiensi kerja, (5) Pengembangan dan Sosialisasi rumah sehat dan layak huni sebagai upaya terwujudnya kualitas hidup keluarga, (6) Meningkatkan produktivitas dan penggunaan bahan sandang dalam negeri dalam upaya menumbuhkan rasa bangga dan cinta produk dalam negeri, (7) Berperan serta dalam kegiatan Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) berkoordinasi dengan dinas/instansi terkait.

Pemilihan tanaman ditentukan dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal, pelestarian sumber pangan lokal dan kemungkinan pengembangannya secara komersial berbasis kawasan. Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain: sayuran, tanaman rempah dan obat,  buah  (buah naga, stroberi, pepaya, belimbing, jambu biji, srikaya, sirsak, dll.), serta berbagai sumber pangan lokal (ubi jalar, ubi kayu, ganyong, garut, talas, suweg, dll.). Pada pekarangan yang lebih luas dapat ditambahkan budidaya ikan dalam kolam dan ternak.

Pada kesempatan ini juga dipaparkan teknologi budidaya tanaman pada pekarangan, seperti lumbung hidup adalah lahan pekarangan yang ditanami dengan jenis tanaman yang banyak mengandung karbohidrat seperti talas, ubi jalar, ubi kayu, jagung, ganyong dan lain-lain. Warung hidup adalah lahan pekarangan yang ditanami dengan jenis tanaman yang banyak mengandung sumber vitamin dan mineral seperti sayur-sayuran (penghasil buah, daun, umbi dan bunga) dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) atau apotik hidup adalah lahan pekarangan yang ditanami tanaman yang dapat digunakan sebagai obat keluarga seperti kunyit, jahe, temulawak, sereh, lempuyung, kencur, dll.

Kegiatan budidaya pada pekarangan mulai dari persemaian, pembibitan, penanaman pada bedengan, polybag, vertikultur dan budidaya tanaman hidroponik juga dipaparkan. Senada dengan narasumber TP PKK dan Kadis DKP, BPTP berharap kegiatan sosialisasi hendaknya dapat diimpelentasikan pada pekarangan masing-masing anggota dan dikembangkan pada tetangga disekitarnya, sehingga kebutuhan akan pangan keluarga dapat dipenuhi dari pekarangan sendiri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh Ir. Herman, MM  menyatakan bahwa ada MoU antara TP PKK Kota Sungai Penuh dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh tentang Gertam BaCa (gerakan tanam bawang dan cabai) dimana setiap anggota atau kader PKK diwajibkan menanam 15 tanaman cabai dan 15 tanaman bawang merah pada setiap pekarangan. Semoga terwujud Aamiin Yra