JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hidroponik adalah suatu teknik budidaya tanaman (buah, sayur dan bunga) dengan memanfaatkan air sebagai media tanam yang kaya dengan berbagai nutrisi dan tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Menanam tanaman dengan sistem hidroponik merupakan suatu metoda yang ramah lingkungan. Meskipun sistem hidroponik menggunakan air sebagai media tanam akan tetapi dalam prakteknya air yang diperlukan dalam bercocok tanam tidaklah banyak seperti budidaya dengan cara konvensional. Di era sekarang ini, menanam dengan sistem hidroponik adalah alternatif yang tepat untuk mendapatkan sayuran dan buah-buahan di lahan yang sempit atau terbatas.

Tanaman hidroponik akan dapat tumbuh secara maksimal apabila dalam pemilihan jenis tanamannya tepat. Pada dasarnya banyak sekali jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik. Namun, dalam hal ini harus tahu jenis dan sifat alami dari masing-masing jenis tumbuhan atau tanaman agar memperoleh hasil yang berkualitas dan maksimal.

BPTP Balitbangtan Jambi, mensosialisasikan dan praktek secara langsung teknologi hidroponik selama 6 hari berturut-turut dari tanggal 24 sampai dengan 29 Januari 2018 (tiga jam per hari, mulai jam 9.00 sampai 12.00). Pembukaan yang dilaksanakan di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi Jl. Kapitan Pattimura KM 08 Kota Jambi. Dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kakanwil Kementerian Hukuam dan Ham Provinsi Jambi, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Kabid dan Kasi Lapas, dengan peserta para nara pidana sebanyak 25 orang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kakanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jambi membuka secara resmi “Pelatihan Pembinaan Kemandirian Bagi Narapidana Lapas Kelas IIA Jambi dengan Materi Teknologi Pertanian Hidroponik” dalam sambutannya menyatakan, agar para peserta pelatihan yakni narapidana yang tidak lama lagi akan kembali pada masyarakat, dapat kiranya mengikuti pelatihan ini dengan serius dan nantinya dapat menerapkan ilmu yang diterima dikampung halamannya. Secara bergurau malah menyatakan anak-anak ibu dalam berkuliah disini harus rajin, patuh dan taat pada semua peraturan yang ada, kampus ini milik kita mari kita rawat dan belajar dengan tekun dengarkan simak dan catat pembelajaran yang diberikan oleh narasumber, sehingga tamat nanti punya bekal untuk kembali kekeluarga dan masyarakat ....... penuh akrab emang secara di kampus.

Sambutan Kepala BPTP Balitbangtan Jambi dalam hal ini diwakili oleh Syafri Edi dan sekaligus sebagai narasumber teknologi hidroponik, menyatakan sekilas kalau ditelaah hidroponik sebagai teknologi yang membutuhkan biaya mahal dan sangat sulit untuk dibuat oleh masyarakat. Padahal tidak demikian hidroponik relatif sangat murah dan ramah lingkungan bahkan dapat menggunakan bahan-bahan bekas, dapat dilakukan pada lahan yang sempit atau tidak punya lahan sekalipun karena teknologi ini bisa juga ditempel dan digantung pada tempat-tempat tertentu, dengan pelatihan dan praktek secara langsung selama 6 (enam) hari teknologi hidroponik akan mampu diterima dan diterapkan oleh peserta pelatihan.

Hari pertama berupa teori tentang teknologi hidroponik dan hari berikutnya merupakan praktek secara langsung teknologi hidroponik dengan dua cara : (1) teknologi hidroponik pemanfaatan bahan-bahan bekas dari limbah botol air mineral, ember-ember bekas dan styrofoam box bekas tempat buah, (2) Pipa paralon. Media semai dan tanam sekam bakar dicampur cocopeat dan rockwool. Peserta diberikan petunjuk dan bimbingan secara langsung mulai dari pembuatan media tanam, penyemaian, penanaman dan pemeliharaan tanaman.