JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

TANJUNG JABUNG BARAT - Melalui program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi, Optimis bisa Swasembada Pangan (beras). Demikian, dikemukakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ir Zainudin, MM di lokasi panen padi hari ini (09/01/18) di Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam.

Menurut Kadis TPH Tanjung Jabung Barat,  saat ini jumlah penduduk Tanjung Jabung Barat sebanyak 316.811 Jiwa (BPS 2017). Dengan asumsi konsumsi beras per kapita 102 kg beras, maka kebutuhan beras per tahunnya adalah sekitar 32.300 ton. Menurutnya, apabila sasaran  tanam padi  2018 seluas 12.850 ha bisa terealisasi dgn rata-rata provitas 4,5 ton GKG saja,  maka kabupaten ini dapat memproduksi gabah sebanyak  57.825 ton GKG atau setara dengan 36.429 ton beras (melebihi dari kebutuhan).

Panen padi hari  ini dihadiri pula oleh Plt. Kepala BPTP Jambi Dr. Ir. Priatna Sasmita, MSi,  Camat Batang Asam, para peneliti dan penyuluh BPTP Jambi, Kepala BPP, POPT, Kades Tanjung Bojo, Ketua Poktan dan petani di lokasi. Hamparan panen seluas 55 ha merupakan lahan bukaan baru, dgn varietas yang digunakan Inpara 3 dan Mekongga. Hasil yang dicapai rata-rata 5,2 t/ha. Menurut ketua Poktan Usaha Baru di lokasi, hasil yang dicapai tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tiga tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3 t/ ha.

Kepala BPTP Jambi menjelaskan bahwa masih terdapat  kesenjangan hasil yang cukup besar antara di tingkat penelitian/pengkajian dengan di tingkat petani, termasuk di Tanjung Jabung Barat. Menurutnya, hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk peningkatan produksi padi di Kabupaten ini. Dijelaskannya bahwa inovasi dan teknologi padi telah banyak yang diterapkan oleh petani Tanjung Jabung Barat, namun demikian dikatakannya masih perlu dioptimalkan. Untuk itu Priatna, mengajak kepada semua petugas terkait, untuk terus melakukan penderasan penerapan inovasi dan teknologi hingga di tingkat petani.