JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan target pencapaian swasembada pangan. Pada tahun 2016 impor jagung sudah menurun sekitar 60% dan pemerintah berharap tahun 2018 jagung sudah tidak impor. Penyediaan benih bermutu menjadi salah satu strategi untuk mencapai swasembada jagung berkelanjutan. Teknologi unggulan yang dirilis oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit Serealia) adalah NASA-29 (Nakula Sadewa-29).

Kelompok Tani Bina Tani Indah, Desa TKP Indah, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo dipercaya melaksanakan kegiatan Percepatan Pengembangan Jagung Hibrida Nasa 29 dengan pendampingan dari BPTP Jambi. Setelah melalui 100 HST (11/12), panen dilakukan di lahan seluas + 9 ha dengan estimasi hasil 2 ton/ha. Panen dilanjutkan dengan acara temu lapang dengan narasumber dari Tim Pemulia Jagung dari Balisereal Ir. Bahtiar, M.S dan Dr. Roy Effendi.

“Estimasi hasil 2 ton/ha mungkin amat kecil, namun ingat, yang kita tanam adalah benih hibrida yang memiliki potensi hasil tinggi mencapai 13,5 ton/ha, selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar”, papar Bahtiar.

Jagung hibrida tongkol ganda merupakan hasil persilangan antara galur inbrida dengan kode G10.26-12 sebagai tetua betina dan MAL03 sebagai tetua jantan. “Semakin jauh kekerabatan tetua maka akan semakin baik sifat yang diturunkan, contohnya anak indo”, terang Roy Effendi yang disambut dengan gelak tawa petani. Roy Effendi menjelaskan sejarah Nasa 29 dengan bahasa yang mudah dipahami oleh petani.

Pada acara panen ini, Kepala BPTP Jambi, Kadis TPHP Provinsi Jambi, Kadis TPHP Kabupaten Tebo, Kepala UPTD Perbenihan, Kepala UPTD BPSPT, Danramil 416/04 Pulau Temiang Kecamatan VII Koto Ilir, Ketua BP3K Kecamatan VII Koto Ilir, Babinsa Desa TKP Indah berkesempatan hadir dan memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada petani atas usaha kerasnya.