JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KERINCI- Dengan diperolehnya sertifikat Indikasi Geografis Kayu Manis Kerinci, saat ini Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Kerinci menggerakkan seruan Tanam Kayu Manis. Terlebih dengan harga yang semakin meningkat, kayu manis kian membuat senyuman manis terukir di bibir para petani setempat, terutama untuk ekspor. Pertanaman kayu manis memang masih eksis di Kabupaten Kerinci terutama di daerah perbukitan. Akan tetapi ada beberapa lokasi yang telah ditebang untuk ditanami komoditas hortikultura. Untuk itu himbauan menanam kayu manis tetap gencar dilakukan. Gerakan menanam kayu manis ini perlu didukung dengan benih kayu manis yang berkualitas unggul, bukan hanya menanam kembali dari anakan yang jatuh dari pohonnya.

Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Gunung Raya Kabupaten Kerinci (31/10), diselenggarakan Bimbingan Teknis Tanaman Perkebunan Komoditas Kayu Manis. Bimtek ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, didukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jambi, menghadirkan narasumber dari Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Provinsi Jambi serta Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro). Peserta bimtek ini terdiri dari staf Dinas Perkebunan Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, PPL, serta petani penangkar kayu manis.

Dalam pembukaannya, Kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Moh. Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan salah satu bentuk dukungan Balitbangtan dalam menyongsong Tahun Perbenihan 2018 dan terpilihnya Jambi sebagai salah satu lokasi bimtek karena kayu manis di Kabupaten Kerinci khususnya Kecamatan Gunung Raya merupakan kayu manis yang berkualitas paling baik di Indonesia.

Usai penyampaian materi, dilakukan praktek penyemaian biji kayu manis sesuai dengan teknologi anjuran Balitbangtan. Ir. Cheppy Syukur sebagai narasumber menyampaikan langkah-langkah teknologi produksi benih secara langsung. Bimtek ditutup dengan kunjungan ke Blok Penghasil Tinggi Kayu Manis di Desa Perikan Tengah. Walaupun perjalanan sedikit mendaki, tetapi para peserta tetap antusias ingin mengetahui profil pohon induk terpilih untuk menjadi sumber benih kayu manis. (RPY).