JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Tanaman Indigofera yang saat ini dikembangkan di TTP Geragai, Kab. Tanjung Jabung Timur tampaknya mulai diminati para pelaku usaha. Bukan saja bagi peternak ruminansia tetapi juga peternak unggas. Seorang pengusaha ternak ayam kampung di Kota Jambi yang memiliki sekitar 1.000 ekor ayam, mulai melirik pemanfaatan Indigofera sebagai subtituen pakan unggasnya guna menekan biaya. Beliau membeli sejumlah benih indigofera dari TTP untuk dibudidayakan pada Kamis (20/9).

“Saya mengetahui Indigofera ini awalnya dari beberapa postingan fanpage Facebook BPTP Jambi, lalu saya coba hubungi admin melalui kolom pesan dan mendapatkan informasi langsung dari Penanggung Jawab TTP-nya, Bapak Zubir" demikian ungkapnya.

Lebih jauh beliau menambahkan, rencana budidaya Indigofera ini akan dilakukan pada luasan lahan yang masih tersisa serta sebagai tanaman pagar.

Perlu diketahui bahwa tanaman Indigofera adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan Nitrogen, Fosfor dan Kalsium. Selain itu, pohonnya juga terkenal mudah ditanam bahkan sangat efisien untuk dijadikan pakan hewan, dibandingkan dengan pakan lainnya.

Semoga sukses Pak Eri…

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Benih dengan jumlah dan mutu tinggi tidak saja ditentukan oleh hasil budidaya tanaman yang diperoleh saat panen, namun sangat ditentukan oleh pengolahan hasil setelah panen. Tahapan pasca panen untuk benih terdiri dari pengeringan, pemipilan, pemilahan atau sortasi, pengeringan sampai kadar air simpan, penyimpanan dan pengemasan benih. Tahapan ini sangat penting, karena itu BPTP Balitbangtan Jambi melakukan monitoring terhadap proses pasca panen untuk menghasilkan benih jagung hibrida Bima 20 URI pada Sekolah Lapang Desa Mandiri Benih Jagung di Sarolangun, 18-19 September 2018.

Tahapan prosesing benih yang dilakukan oleh petani saat ini, telah sampai pada  sortasi dan pengeringan untuk menurunkan kadar air sampai layak simpan. Tahapan prosesing telah berjalan cukup baik walaupun terdapat catatan untuk diperbaiki, yaitu (1) masih perlu dilakukan penjemuran untuk menurunkan kadar air benih karena saat ini rata-rata kadar air masih 13%; (2) Masih perlu dilakukan sortasi dan pembersihan benih karena terdapat benih-benih berukuran kecil, pecah dan sisa-sisa serpihan tongkol.  

Kendala yang dihadapi petani dalam prosesing benih ini adalah belum tersedianya alat pengering benih sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk menurunkan kadar air benih.  Pengeringan saat ini masih alami dengan bantuan matahari.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun cukup mendukung kegiatan ini dengan meminjamkan alat pemipil dan seed cleaner walaupun belum berfungsi secara optimal.

Mildaerizanti SP., M.Sc., sebagai penanggung jawab SL BPTP Balitbangtan Jambi juga berkesempatan menyampaikan tahapan prosesing benih yang dilakukan kepada Ka. UPTD BPSPT sebagai lembaga sertifikasi benih. Pengawas benih akan mengambil sampel setelah prosesing yang diperkirakan selesai dalam minggu ini.

Prosesing benih ini juga telah dikomunikasikan kepada Kadis TPHP yang diwakili Kabid. Tanaman Pangan dengan tujuan menjajaki kemungkinan benih bisa digunakan untuk mendukung program pengembangan jagung di provinsi Jambi. Dukungan dalam pemasaran atau penyaluran benih tentunya akan sangat membantu keberlanjutan DMB Jagung ini, semoga…

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Siapa yang tidak kenal dengan jengkol ? Buah yang terkadang bisa membuat kita mengeluarkan banyak uang untuk menikmati kelezatannya. Semur jengkol, kalio jengkol, sambal jengkol, kerupuk jengkol memiliki cita rasa yang khas.

Kementerian Pertanian pada tahun 2017 melakukan kegiatan perbenihan jengkol di beberapa provinsi di Indonesia yang terkendala pada ketersediaan benih karena varietas yang telah dilepas terbatas. Ternyata di Merangin, tepatnya di Kelurahan Pematang Kandis Kecamatan Bangko ada jengkol yang ukurannya lebih besar dari rata-rata. Hal ini disampaikan oleh Kabid Hortikultura Kabupaten Merangin Darosamin, A.Md di ruang kerjanya kepada tim SDG BPTP Balitbangtan Jambi dan BPSPT Provinsi Jambi, Kamis 20 September 2018.

Hasil deskripsi karakter dan informasi di lapangan, jengkol ini sangat disukai pasar. Pohon jengkol milik Pak Jaja Kardia ditanam pada tahun 2008. Tinggi pohon mencapai 12 m dengan percabangan tegak dan lingkar batang 100 - 105 cm. Ciri khas pada batang terdapat  ring cincin yang menonjol  dengan panjang 22 cm dan jarak antaranya 21 cm. Buah ada sepanjang tahun, tidak mengenal musim, buah terletak di pangkal, tengah dan ujung ranting,  diameter buah bisa mencapai 3,6 cm, dengan berat  lebih kurang 26 g per buah. Jumlah buah per tandan 16-20 buah.

Pemda Merangin mendukung dan memacu untuk pendaftaran dan pengembangan jengkol ini, seperti disampaikan oleh Darosamin, AMd. Semoga segera mendapatkan sertifikat pendaftaran dari PVTPP.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

BANGKO - September ini merupakan bulan terakhir musim tanam di Tahun 2018 atau dengan kata lain bulan terakhir perhitungan LTT untuk setahun (Okmar 2017/2018 - Asep 2018). Rapat koordinasi percepatan UPSUS Pajale yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Merangin hari ini Kamis (20/9) merupakan rapat yang sangat penting dan menentukan bagi pencapaian target LTT pajale Kab. Merangin. Rapat dihadiri oleh Penjab UPSUS Provinsi Jambi (Pak Warjito dan tim), Penjab UPSUS Kab. Merangin (BPTP Balitbangtan Jambi), tim UPSUS Provinsi (Distan Provinsi, Bapeltan, BPSB-PT), tim UPSUS Distan Kab. Merangin dan 20 Kepala BP3K se-Kabupaten Merangin.

Capaian target LTT padi satu tahun (2017/2018) sudah mencapai 88,08%, jagung 94,08% dan kedelai 113,08%. Berdasarkan hasil Rakor di Solo bulan lalu (Agustus) Kab. Merangin mendapat penambahan target 1.500 ha, sehingga sampai hari ini sisa target LTT menjadi 5.472 ha.  Angka ini yang didiskusikan dengan ka. BP3K dan hasilnya adalah mengalokasikan sisa ini pada 24 kecamatan.

Dengan mulainya turun hujan dan sudah diturunkan benih bantuan/program, maka angka target tersebut akan dapat tercapai dan bahkan bisa melebihi target. Kondisi ini juga didukung oleh padi ladang dan pertanaman reguler/swadaya petani. Saat ini masih ada petani yang sedang semai dengan umur variasi 1-3 minggu seluas 500 ha. Jika 40% dari angka yang telah disemai itu bisa tanam sampai 30 september maka akan bertambah lagi angka LTT padi Merangin.

LTT jagung dan kedelai sudah dianggap aman karena benih bantuan sudah diturunkan semuanya. Penekanan dalam rapat UPSUS hari ini adalah pencatatan dan pengiriman angka LTT setiap hari dari kecamatan ke kabupaten, provinsi dan nasional meskipun luasan kurang dari 1 ha. Hasil kesepakatan Rakor akan ditanda tangani oleh Ka. BP3K dan Penjab UPSUS dan akan diumumkan. Pada akhir acara diberikan reward bagi BP3K yang tertinggi hasil LTT nya baik padi, jagung maupun kedelai.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SAROLANGUN - Upaya melestarikan SDG lokal terus dilaksanakan di Provinsi Jambi. Rabu, 19 September 2018, peneliti BPTP Jambi bersama-sama dengan petugas BPSPT melakukan pendeskripsian karakter buah “Mentega Beludru” di Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun dalam rangka pendaftaran varietas tanaman di PVTPP.

Tanaman ini tumbuh di lahan kering dataran rendah. Tanaman berbentuk pohon dengan tajuk berbentuk piramida, percabangan teratur dan buah yang sangat menarik warnanya. Tanaman ini berbuah sepanjang tahun/tidak bengenal musim. Ada ciri khas pada daun tanaman, baik daun muda atau daun tua, yaitu terdapat bintik putih di sepanjang tulang daun. Buah muda berwarna coklat keemasan dan buah masak warna orange kemerahan dengan kulit buah seperti beludru dan memiliki bulu-bulu halus. Buah berbentuk bulat gepeng, diameter buah berukuran 17-19 cm, warna buah kuning gading, biji berukuran sangat kecil seperti biji apel dan terkadang tidak berbiji. Buah berserat dan rasa buah manis, aroma seperti buah timun suri. 

Tanaman ini telah tumbuh selama 32 tahun, berasal dari Jawa Timur yang dibawa oleh petani berupa bibit di dalam polybag. Tinggi tanaman ± 15 m dan pemeliharaan yang dilakukan berupa pemangkasan cabang. Buah Mentega Beludru telah ditampilkan dalam pameran-pameran, baik tingkat kabupaten maupun Provinsi Jambi dan akan ditampilkan pula dalam pameran HPS di Kalimantan Selatan pada 19-21 Oktober 2018.

Write comment (0 Comments)