JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SUNGAI BAHAR – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi terus mendorong petani khususnya yang berada di Muaro Jambi, Provinsi Jambi mengembangkan Jagung di sela tanaman Kelapa Sawit yang belum menghasilkan. Pada Selasa, (24/3) BPTP melalui kegiatan Uji Adaptasi Jagung Hibrida Toleran Cekaman Naungan Spesifik Lokasi melakukan tanam perdana Jagung dan memberikan pendampingan teknologi terhadap petani kooperatif di Desa Talang Bukit, Kecamatan Bahar Utara.

Menurut penanggungjawab kegiatan, Dr. Araz meilin, kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Selain itu, untuk peningkatan produktivitas BPTP juga mengajak petani melakukan penanaman dengan sistem mekanisasi. Hal itu untuk membantu menghemat biaya penanaman, terutama dari pengolahan tanah sebelum tanam.

Jika menggunakan alat tanam, satu hari bisa menggarap satu hektar lahan untuk satu orang tenaga kerja saja. "Ini sangat membantu mengurangi biaya produksi bisa mencapai 70 persen dibandingkan pengolahan tanah secara manual," ujar Samiyo, petani kooperator.

Kemudian untuk pembumbunan, yaitu penimbunan tanah di pangkal rumpun tanaman. Apabila dilakukan mekanisasi juga sangat murah dan hemat tenaga. Cukup satu atau dua hari dan satu orang tenaga petani. “Bandingkan jika cara manual, maka dapat memakan waktu sampai satu minggu dengan empat hingga lima tenaga kerja.” imbuhnya.

"Kegiatan ini mencakup penanaman Jagung Hibrida sebanyak 6 varietas dan 2 calon varietas toleran cekaman naungan yang diperoleh dari Balitsereal Maros dengan luas demplot seluas 2 Ha, menggunakan alat tanam Jagung tipe dorong" ungkap Araz saat bersama dengan Kepala BPP Sungai Bahar H. Fachruddin, SP, di lokasi kegiatan yang merupakan kawasan replanting kelapa sawit.

Selain di Kabupaten Muaro Jambi, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Merangin pada demplot Uji Adaptasi Jagung Hibrida Toleran Cekaman Kekeringan, tepatnya di Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat dan Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan.

BPTP Jambi sangat menganjurkan menggunakan mekanisasi dalam budidaya Jagung untuk mendapatkan hasil sangat tinggi dan pada akhirnya pendapatan petani bisa meningkat berkali-kali lipat. (KS)

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KOTA JAMBI - Kamis, 26 Maret 2020, Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan teleconference dengan tema "Pencegahan Covid-19 Kementerian Pertanian" yang diikuti langsung oleh Menteri Pertanian, Sekjen Kementan, Agriculture War Room (AWR) Kementan dan para pejabat Eselon I Kementan serta pejabat eselon 2 dan eselon 3 dari seluruh UPT Kementan yang berjumlah lebih dari 150 peserta.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yang ada di provinsi Jambi antara lain Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi, Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan Balai Karantina  Pertanian Kelas I Jambi juga ikut serta pada teleconference ini.

Agenda teleconference kali ini adalah mendengarkan pemaparan mengenai wabah virus Corona yang disampaikan oleh dr. Mita, fungsional dokter di Kementerian Pertanian.

Pada kesempatan ini, dr. Mita menjelaskan tentang corona virus, sejarah, penularan terhadap manusia dan hewan, pendeklarasian oleh WHO sebagai kedaruratan kesehatan.

Kemudian Ia juga memaparkan mengenai situasi terkini untuk Indonesia yakni 790 kasus, 58 orang meninggal, 31 sembuh, 701 perawatan, sesuai data update 24 maret 2020.

Ia memberikan penjelasan gejala yang dialami akibat Corona yaitu demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, nyeri badan, nyeri kepala, diare dan mual muntah.

Dijelaskan juga mengenai cara penularan virus corona, infection rate, kriteria kasus dibagi menjadi ODP (Orang dalam Pemantauan), PDP (Pasien dalam Pengawasan), probable, confirm, selanjutnya perbandingan pergerakan jumlah kasus corona di Italy dan Indonesia

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara: etika batuk bersin, cuci tangan dengan sabun, hindari kontak dengan yang sakit, masak makanan sampai matang, social/physical distancing, serta mengkonsumsi vitamin untuk suplemen tubuh.

Diharapkan dengan sosialisasi pencegahan Covid-19, dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan seluruh pejabat eselon lingkup Kementerian Pertanian dalam upaya menekan penyebaran virus Covid-19.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

MERANGIN - Panen padi ladang di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi akan dimulai pada akhir Maret hingga April 2020.

Pertanaman padi ladang dataran tinggi yang berada di Kecamatan Lembah Masurai, Kecamatan Jangkat dan Kecamatan Jangkat Timur dengan luas sekitar 2.000 ha.

Varietas padi lokal yang ditanam antara lain Kuning, Sengat dan Seni Mungin dengan umur panen sekitar 7 bulan.

Pertumbuhannya cukup baik, sudah memasuki fase generatif dan sebagian menjelang panen.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

JAMBI - Ditengah merebaknya virus Corona atau Covid-19 yang begitu masif, di Provinsi Jambi sudah memasuki zona kuning, namun tidak mengurangi semangat petani Provinsi tetap giat semangat melakukan kegiatan turun ke sawah untuk memanen padi yang sekarang ini sudah memasuki puncak panen raya. Harapan petani semoga wabah ini cepat berlalu sehingga dapat memenuhi kebutuhan beberapa komoditas memasuki hari besar keagamaan Islam puasa dan lebaran nantinya.

Salah satu lokasi panen di Provinsi Jambi adalah di Kabupaten Sarolangun tepatnya di Desa Ujung Tanjung dan Desa Tinting, Siti Anita selaku PPL desa setempat mengatakan bahwa “Panen tahun ini memberikan hasil panen cukup baik, terutama untuk varietas padi gogo lokal dengan hasil ubinan 2,5 ton/ha yang sama dengan rata-rata produktivitas nasional walaupun tingkat serangan hama cukup tinggi karena dekat dengan kebun petani serta terkendala dengan air saat tanaman memasuki masa pertumbuhan. Varietas padi gogo yang ditanam adalah varietas lokal diantaranya Pulut, Segon, Kabut, Seni, Karang Bungo, Silang dan Kuning. Luas pertanaman padi gogo di lokasi panen seluas 135 Ha”.

Sementara itu di lokasi panen lainnya di Provinsi Jambi tepatnya di Desa Rawa Medang Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan lahan irigasi dengan luasan lebih kurang 900 Ha, juga melaksanakan panen dengan menggunakan alat power thresher dan combine harvester. Hasil Ubinan yang dilakukan diperoleh hasil sekitar 5.5-6 ton GKG per ha.

Semoga wabah ini cepat selesai dan petani semakin semangat lagi dalam bercocok tanam, mari kita buktikan dengan optimisme bahwa Indonesia akan terus ada sebagai negara besar, kaya dan mari support mereka, jangan cemaskan, jangan cemaskan mereka tentang Covid 19 disaat musim panen sekarang ini.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KOTA JAMBI - Kepala BPTP Balitbangtan Jambi (Dr. Rustam, SP., M.Si) didampingi Kasi KSPP (Dr. Lutfi Izhar, SP., M.Sc) mengikuti teleconference bersama Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si) di ruang AOR BPTP Jambi Senin, 23 Maret 2020.

Kegiatan teleconference ini diikuti oleh seluruh UPT yang berada di bawah naungan Balitbangtan dan dimoderatori Sekretaris Balitbangtan.

Dalam kesempatan ini Kepala Balitbangtan menyampaikan kepada seluruh Kepala UPT bahwa dengan mewabahnya virus Covid-19 ini, maka teleconference akan dilaksanakan setiap 2 (dua) kali seminggu sehingga diharapkan kepada seluruh kepala UPT harus memiliki aplikasi Zoom di gadget masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk memantau kegiatan dan pelaporan dari daerah dikarenakan adanya pembatasan untuk melakukan perjalanan ke daerah-daerah.

Kepala Badan juga menghimbau kepada seluruh ASN dan karyawan dalam lingkup Balitbangtan untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan prinsip kehati-hatian serta kewaspadaan terhadap virus Covid-19 ini.

Beliau menambahkan agar kepala UPT mengatur piket untuk staf masing-masing dan menjaga kebersihan lingkungan kantor tempat bekerja.

“Jangan lupa untuk menyemprotkan desinfektan secara rutin, menyediakan hand sanitizer dan jika bisa menyediakan vitamin untuk staf yang piket di kantor, karena beda UPT beda pula penanganannya, yang lebih mengetahui adalah kepala UPT masing-masing,” kata Kepala Badan.

Selain itu Kepala Badan berpesan bahwa kita tidak bisa libur dikarenakan urusan pertanian tidak bisa dihentikan karena menyangkut ketersediaan pangan untuk penduduk Indonesia.

Dalam kesempatan itu juga Kepala Badan mengingatkan setiap UPT untuk memastikan ketersediaan pangan, baik itu luas tambah tanam, luas panen dan data yang ada harus divalidasi, diverifikasi dan di crosscheck ke lapangan.

Dalam bulan ini akan ada kegiatan baru yakni diseminasi sejuta DOC kepada petani atau buruh tani miskin.

DOC yang akan disebarkan dibagi 50 ekor per petani/buruh tani miskin. Harapannya dengan didiseminasikannya DOC ini dalam 2,5 bulan bisa menghasilkan dan menambah pendapatan petani.

Setelah memberikan beberapa arahan Kepala Badan menyapa beberapa perwakilan UPT yang mengikuti teleconference untuk melaporkan keadaan dan kendala dalam melaksanakan kegiatan di UPT mereka.

Dari hasil laporan untuk seluruh UPT belum ada yang terjangkit virus Covid-19 dan mereka telah membatasi kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak. Beberapa UPT  membuat desinfektan dan hand sanitizer sendiri. Untuk kegiatan Penas kemungkinan besar tidak bisa dilaksanakan, namun gelar teknologi tetap dilaksanakan.

Write comment (0 Comments)