• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Berita Terkini

Berita

BPTP JAMBI DUKUNG KETAHANAN PANGAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN PADI HIBRIDA

Saat ini upaya peningkatan produksi tanaman pangan yang dilakukan melalui dukungan UPBS dan UPSUS Padi Jagung Kedelai (Pajale) masih gencar diterapkan di tingkat petani. Salah satu terobosan terkini adalah introduksi padi hibrida yang memiliki potensi hasil lebih dari 10 ton/ha. Balitbangtan sedang melakukan ekspansi dan peningkatan luas areal pertanaman serta peningkatan benih F1nya. Berkaitan dengan hal tersebut maka, kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Ir. Moh. Takdir Mulyadi, MM. berserta tim peneliti melakukan identifikasi, sinkronisasi dan penentuan calon petani, calon lokasi (CPCL) guna pengembangan perbenihan padi hibrida dalam waktu dekat. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 20 hingga 23 April 2017.  Salah satu lokasi yang dituju adalah di desa Lubuk Benteng, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo. Di desa ini terdapat kelompok tani Harapan Jaya 1, Desa Lubuk Benteng yang diketuai Bapak Hanafi memiliki kemampuan yang baik dalam hal penangkaran/perbenihan padi. Sehingga setelah dilakukan kunjungan lapang, berdiskusi dengan petani dan PPL setempat, maka di lokasi ini pada musim tanam berikutnya direncanakan akan dikembangkan padi hibrida seluas 2 ha. Benih padi hibrida yang akan dikembangkan adalah benih padi hibrida varietas Kementan. Berdasarkan hasil identifikasi, lokasi dipilih karena memenuhi kriteria untuk penangkaran padi hibrida. Diketahui, kriteria penangkaran benih hibrida Kementan adalah sebagai berikut; lahan irigasi teknis, tidak daerah endemik Hama Penyakit Tanaman/HPT, tidak daerah rawan banjir dan kekeringan, serta petani penangkar mau bekerja keras.

Kegiatan di Kabupaten Bungo ini juga dilakukan dalam rangka monitoring kegiatan BPTP Balitbangtan Jambi yang ada di Kabupaten Bungo. Monitoring kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan peningkatan Indeks Pertanaman Padi di lahan kering, Pola tanam tanaman pangan, dan UPBS padi sawah.

Kegiatan kunjungan dilanjutkan ke Kabupaten Kerinci dengan lokasi tujuan BBI Hiang yang merupakan salah satu lokasi kegiatan UPBS dan pendukung utama perbenihan padi di wilayah Kerinci. Koordinasi dan kunjungan lapang dilakukan langsung dilokasi terpilih dengan melibatkan kepala BBI, Dar Isral, SP dan staf. Diskusi yang berkembangan bahwa sebelumnya kepala BBI sudah beberapa tahun lalu mengembangkan benih padi hibrida bekerja sama dengan swasta dan hasilnya sangat baik dan tinggi, namun dalam perkembangannya benih padi tersebut tidak diproduksi lagi. Sehingga dengan rencana adanya kegiatan UPBS benih padi hibrida, beliau menyambut baik dan akan mengembangkannya di wilayah Kerinci.

 

BPTP BALITBANGTAN JAMBI LAKUKAN SUPERVISI SIWAB DI KABUPATEN BUNGO

Salah satu tugas BPTP Balitbangtan Jambi dalam mengawal program strategis Kementan adalah melakukan supervisi terhadap keberhasilan pelaksanaan program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Batanghari dan Bungo. Supervisi dilakukan selain berkoordinasi dengan SKPD terkait mengenai permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program SIWAB juga dilakukan pengawalan intensif pada wilayah yang lebih kecil. Belum diterimanya bahan dan sarana yang mencukupi terkait IB dan Keswan masih menjadi kendala utama program SIWAB yang ditemui  di Kab. Bungo. Guna membantu menangani sebagian permasalahan tersebut, pada tanggal 21 April 2017, Tim BPTP Balitbangtan Jambi mengunjungi 2 desa yaitu Desa Sumber Harapan, Kec. Pelepat dan Desa Teluk Pandak Kec. Tanah Sepenggal, dengan membawa N­2 cair dan straw dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi.

Pengawalan intensif di kedua desa ini dipilih untuk mewakili karakteristik pemeliharaan yang berbeda. Desa Teluk Pandak mewakili sistem pemeliharaan ekstensif (KA) dan Desa Sumber Harapan mewakili sistem pemeliharaan intensif (IB). Pada tahap awal pendampingan dilakukan identifikasi kinerja reproduksi ternak sapi di wilayah tersebut melalui wawancara terstruktur. Peneliti bidang peternakan BPTP Jambi dibantu oleh petugas lapangan dan beberapa tenaga lepas bertindak sebagai enumerator. Sekilas terdapat perbedaan kinerja reproduksi antara kedua wilayah yang berbeda tersebut. Calving rate lebih panjang pada wilayah ekstensif karena lebih panjangnya masa days open. 

SENAM SEHAT BUGAR BERSAMA 3 UPT

Acara rutin senam bersama setiap bulan yang dilakukan 3 UPT Kementan di Prov. Jambi (BPTP Balitbangtan Jambi, Bapeltan dan Badan Karantina Pertanian) kembali digelar pada Jum'at, 21 April 2017 yang kali ini dihelat dihalaman Kantor Badan Karantina Pertanian. Turut hadir 3 pimpinan dari instansi tersebut, senam ini juga diramaikan dengan hadirnya ibu-ibu Dharma Wanita. Ya, karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini para ibu tidak mau ketinggalan untuk eksis dengan olah raga bersama. Setelah senam berlangsung, dilakukan arisan gabungan dan dihibur pula dengan organ tunggal sehingga acara pagi ini semakin semarak.  Semoga momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme semakin bertumbuh untuk membangun bangsa khususnya dalam bidang pertanian. 

BPTP BALITBANGTAN JAMBI SIAP DUKUNG SEKOLAH LAPANG IKLIM-3

Salah satu upaya BMKG untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap informasi iklim yaitu dengan melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI). SLI merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang bertujuan untuk menjembatani peningkatan pemahaman mengenai informasi iklim bagi para petugas di lingkungan Dinas Pertainan Daerah, Penyuluh dan petani yang tersebar di seluruh nusantara. Jika disederhanakan, manfaat yang akan dirasakan oleh petugas Dinas Pertanian Daerah, penyuluh dan petani yang mengikuti SLI adalah untuk memahami dan memanfaatkan informasi iklim secara efektif dalam mendukung pertanian. Dalam perspektif lain, SLI ini menjadi wahana untuk menyesuaikan produk informasi iklim dengan kebutuhan penggunanya yang dalam hal ini adalah petani.

Dalam rangka persiapan SLI ke 3 ini, Stasiun Klimatologi Jambi pada Selasa, 18 April 2017 di kantor stasiun klimatologi Sungai Duren, menggelar Focus Group Discussion (FGD)  yang turut mengundang BPTP Balitbangtan Jambi untuk mendukung inovasi teknologi yang akan diterapkan di lokasi demplot SLI-3. Kegiatan SLI-3 akan dilakukan di desa Pematang Pulai Kec. Sakernan Kab. Muaro Jambi. Dukungan inovasi teknologi yang akan diterapkan yaitu penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang adaptif untuk lahan rawa, yaitu Inpara 3, rekomendasi pemupukan, penggunaan Trichokompos, perlakuan bibit, penanaman dengan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Kegiatan SLI akan diselenggarakan selama 1 musim tanam (Mei – Agustus 2017). Dari aspek iklim menanam Padi dengan menggunakan VUB Inpara 3 yang berumur pendek dapat mengantisipasi terjadinya kekeringan akibat El-Nino di tahun 2017 ini. Penggunaan VUB Inpara 3 ini  juga untuk merubah kebiasaan petani setempat yang lebih suka menanam padi lokal yang berumur panjang, sehingga rentan terhadap penyakit, banjir dan kekeringan.

Peserta SLI-3 selama 4 bulan sebanyak 28 orang yang tergabung dalam perwakilan kelompok tani yang ada di Desa Pematang Pulai. Kegiatan SLI 3 akan dibimbing dan dipandu oleh narasumber dari POPT (Pengamat Organisme dan Pengganggu Tanaman), BPTPH (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura), BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), Dinas Pertanian Kab. Muaro Jambi dan dari Stasiun Klimatologi Jambi. Materi yang akan diberikan selama pelaksanan sekolah lapang terdiri dari 75% materi tentang iklim, dan 25% tentang pertanian.

“Pertanian berhubungan dengan lahan tempat melakukan kegiatan, pupuk untuk kesuburan, benih tanaman untuk produksi dan pengairan untuk kebutuhan air tanaman. Perubahan dan variasi iklim yang terjadi pada saat ini mengharuskan petani untuk memahami gejala dari perubahan iklim tersebut. Penyuluh pertanian mempunyai peran penting dalam menerjemahkan data iklim menjadi informasi iklim yang berguna dan bermanfaat bagi para petani untuk menentukan waktu tanam, jenis komoditas yang ditanam serta pola tanam” demikian arahan Syafrinal, SH. Kepala stasiun iklim Jambi saat membuka acara.

Secara tradisional aktifitas pertanian dapat berpedoman pada hari dan bulan, tapi setelah terjadi perubahan iklim harus berpedoman dengan data, yaitu pola curah hujan di wilayahnya. Data dapat diperoleh dari pengukuran harian agar diperoleh karakteristik curah hujan di lokasi bersangkutan. Tentu saja, untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi dan cuaca di lokasi tersebut, tidak hanya curah hujan yang diukur dan dicatat, tetapi juga semua parameter cuaca, seperti radiasi matahari, tekanan, kelembaban, suhu, kecepatan dan arah angin. Berkaitan dengan hal ini Stasiun Klimatologi Jambi akan mengadakan sekolah lapang iklim 3 tahun 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrim, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petugas maupun petani mengenai cuaca/iklim serta melakukan adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim yang ekstrim seperti banjir dan kekeringan. Melalui SLI tahap 3 ini para petani dapat lebih memahami iklim sehingga nantinya diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pangan

Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan SLI 3 ini adalah peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang informasi iklim ke dalam praktek pengaturan strategi pola tanam, penentuan awal masa tanam yang tepat serta pemilihan varitas tanam yang sesuai untuk daerah dan pada musim tertentu.  Dengan adanya dukungan inovasi teknologi dari BPTP Balitbangtan Jambi diharapkan hasil panen meningkat sekitar 30% dari sebelumnya.

 

TINGKATKAN KOMPETENSI BIDANG PERTANIAN, ENAM ORANG MAHASISWA UNIVERSITAS JAMBI MAGANG DI BPTP

Senin,17 April 2017 bertempat di Kantor BPTP Balitbangtan Jambi Sungai Tiga, Koordinator Kerjasama didampingi Penjab. Lab. Diseminasi dengan suasana serius namun santai melakukan serah terima mahasiswa Magang Universitas Jambi kepada penanggungjawab Visitor Plot.

Mahasiswa magang yang beranggotakan 3 orang mahasiswa dan 3 orang mahasiswi ini  akan melaksanakan program magang di BPTP Balitbangtan Jambi selama 3 bulan, terhitung sejak tanggal 22 Maret sampai dengan 22 Juni 2017. “Selama magang di BPTP Jambi, mereka mendapatkan berbagai materi dan praktek tentang budidaya tanaman sayuran seperti bawang merah, cabai, tomat, terung, sawi, padi, jagung dan kedelai serta sifat fisik tanah melalui PUTS dan PUTR,” ujar Koordinator Kerjasama, Dr. Desi Hernita, SP. MP seusai acara serah terima.

Dr. Desi Hernita selaku koordinator kerjasama menyampaikan bahwa budidaya sayuran yang diajarkan kepada para mahasiswa tidak hanya budidaya langsung di pekarangan tapi juga budidaya di media polibag yang sekarang sedang digalakkan. “BPTP Jambi memiliki visitor plot dan kebun bibit inti, juga bisa berinteraksi di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Geragai untuk memperoleh hasil litkaji BPTP yang akan di adopsi sehingga para mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan, mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, pemeliharaan, hingga panen,” katanya.

Beliau menambahkan selama menempuh program magang di BPTP Balitbangtan Jambi, para siswa akan mendapat bimbingan langsung oleh  para pembimbing magang yang ahli dibidangnya masing-masing.

Selanjutnya, kegiatan mahasiswa magang ini akan berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan. Semoga mereka nantinya dapat menjadi insan berdayaguna dan berhasilguna. Aamiin

 

Switch mode views:

Style Sitting

Fonts

Layouts

Direction

Template Widths

px  %

px  %