• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Berita Terkini

Berita

PERSIAPAN HARI PUNCAK HKP KE-45 TAHUN 2017 PROVINSI JAMBI

Tidak sampai 2 bulan lagi, Hari Krida Pertanian (HKP) Ke-45 Tahun 2017 Provinsi Jambi. Berbagai langkah persiapan digelar untuk mensukseskan acara tahunan tersebut. Pada hari Jumat 16 Juni 2017, bertempat di STA Kayu Aro Kabupaten Kerinci dilaksanakan rapat koordinasi langsung dilapangan dalam rangka menyusun langkah-langkah operasional pelaksanaan Gelar Teknologi di lokasi HKP. Acara rapat dihadiri oleh Kepala UPTD BPTPH Provinsi Jambi, Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan Jambi, Dinas Pertanian Hortikultura Kabupaten Kerinci, Penyuluh Lapang dan Petani. Dalam arahannya, Ka. UPTD BPTPH Provinsi Jambi menyampaikan bahwa untuk dipersiapkan secara maksimal lagi lokasi gelar teknologi terutama tanaman yang akan dijadikan display, pada saat hari puncak HKP tanaman tersebut harus dalam keadaan baik. Lebih lanjut beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Kab. Kerinci untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan gelar teknologi di wilayah STA Kayu Aro dan semoga senantiasa mendukung kegiatan HKP yang ada di STA Kayu Aro.
Usai penyampaian sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi dilapangan untuk mencari solusi terhadap permasalahan dilapangan. Dalam diskusi ini peserta rapat telah memahami dan sepakat untuk segera membangun dan membuat display sesuai lahan yang telah di tentukan dan segera berkoordinasi dan berkomunikasi dengan penanggungjawab masing masing komoditi. Perwakilan BPTP Balitbangtan Jambi, dalam hal ini diwakili Penjab. Gelartek Syafri Edi, SP menyampaikan bahwa rekayasa teknologi dan sosial adalah point penting dalam implementasi teknologi. Introduksi varietas baru tidak dapat dipaksakan karena harus mempertimbangkan varietas unggul lokal. Untuk itu BPTP Balitbangtan Jambi dalam inovasinya akan tetap mempertahankan varietas unggul litbangtan dan varietas unggul lokal serta akan mendampingi di sisi budidayanya.
Diketahui, gelar teknologi yang dihela BPTP Jambi sejak awal bulan April lalu telah melakukan aktivitas di lapangan sesuai dengan komoditi yang telah ditentukan yaitu Kentang, Cabai, Bawang dan Sayuran.

 

BERBAGI BERKAH RAMADHAN, DWP BPTP BALITBANGTAN JAMBI ANJANGSANA KE PANTI ASUHAN

Momentum Ramadhan dimanfaatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPTP Balitbangtan Jambi untuk berbagi dengan anak yatim piatu dan anak cacat. Salah satunya di Panti Asuhan Yatim Piatu Yayasan Kesejahteraan Anak dan Panti Asuhan Yayasan Pendidikan Anak Cacat Teratai Jaya, di Paal Merah, Kota Jambi, Sabtu (17/6).

"Tujuan dari kegiatan anjangsana ini sebagai wujud kepedulian kami sekaligus membantu mereka yang membutuhkan serta mempererat hubungan silaturrahim antar sesama," ungkap Hismila Takdir, istri Kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Moh. Takdir Mulyadi, MM. Ketua DWP BPTP Jambi ini dalam sambutannya menyatakan bahwa  anak-anak  yang  tinggal di yayasan harus tetap semangat menuntut ilmu sehinggga nantinya dapat berhasil mencapai cita-citanya. Beliaupun mengharapkan  agar silaturahim ini tidak berhenti sampai di acara ini saja tetapi dapat berlanjut terus ke depan. Di akhir sambutannya, Ketua DWP BPTP Balitbangtan Jambi juga  menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua anggota DWP BPTP Jambi atas partisipasinya sehingga acara sosial ini dapat berlangsung dengan lancar dan semua  niatan baik ini semoga menjadi ladang amal dan tabungan di akhirat nanti.

Adapun bantuan yang disampaikan berupa Sembako, mukena, kain sarung dan alat tulis. Anjangsana berakhir tepat pukul 12.30 siang di Panti Asuhan Yayasan Pendidikan Anak Cacat Teratai Jaya.

PENERAPAN PAKET INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN MENUJU TERCAPAINYA LUMBUNG PANGAN DUNIA, BPTP JAMBI PANEN RAYA PADI VARIETAS UNGGUL BARU SPESIFIK LOKASI

Padi merupakan komoditas penting nasional, produksi dan produktivitasnya diharapkan selalu tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan ketahanan pangan penduduk. Berkaitan erat dengan hal tersebut, Bupati Kabupaten Bungo, Masri SP, ME, didampingi Sekda Bungo Drs. Ridwan Is, Dandim Bute, Kapolres Kab. Bungo, Kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Ir. Moh. Takdir Mulyadi, MM, Kepala Bapeltan Jambi diwakili Dr. Ir. Joni Jafri, MSc dan Perangkat Desa serta petugas lapang melakukan Panen Padi Inpari 21 di Kelompok Tani Lubuk Benteng, pada hari Selasa, 13 Juni 2017. Lokasi panen sekaligus merupakan hamparan kegiatan Padi UPBS BPTP Balitbangtan Jambi dengan kelas benih padi SS (Stock Seed) yang dapat diturunkan satu tingkat lagi menjadi kelas benih ES (Extension Seed). Satu hari sebelum kegiatan dilakukan pengambilan sampling petak pertanaman/ubinan oleh BPS Kabupaten Bungo, Dinas Pertanian Kabupaten Bungo, Petugas Pertanian Lapangan dan Peneliti BPTP Balitbangtan Jambi dengan hasil mencapai 7,3 ton/ha.
Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Kabupaten Bungo, Ir. Barlian mengatakan, luas lahan dan indeks pertanaman masih menjadi kendala dalam meningkatkan produksi padi untuk mendukung swasembada pangan. Menurut Kadistan Kab. Bungo, penanaman padi seperti yang dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi dari BPTP Balitbangtan Jambi bisa mencapai hasil lebih dari 7 ton/ha, sedangkan hasil di tingkat petani paling tinggi hanya 5,5 ton/ha dan rata rata hanya 4 ton/ha. "Mohon selalu didukung dalam aplikasi paket teknologi dan perbaikan jaringan irigasi".
Sambutan Bupati Muaro Bungo, lahan potensi pengembangan padi pada dasarnya banyak di Kabupaten Bungo, tetapi masih terkadala oleh masalah irigasi yang merupakan kendala utama bagi pengembangan padi pada masa yang akan datang. Sebagai contoh, luas lahan sawah 2.300 ha ada di Jujuhan, dahulu 1.200 ha saat ini tinggal hanya 800 ha. Di Kabupaten Bungo sendiri, ada potensi besar percetakan sawah 150 ha, dan tambahan 27 ha konversi dari karet ke tanaman padi. Sawah yang bisa diairi dari Irigasi Sungai Batang uleh ada 1.800 - 2.000 ha, eksisting hanya 620 ha, potensi 1.200 namun sebagian beralih ke karet dan sawit. Kab Bungo memiliki 6 sungai besar dan terbanyak di Provinsi Jambi dengan luas dan bentangan 60 – 100 m, apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik, maka Kab Bungo akan swasembada pangan. Padi dalam satu tahun bisa 3 kali panen, sekali panen 28 juta, masyarakat bisa sejahtera. Akibat harga sawit dan karet murah, maka masyarakat beralih dengan menanam padi. “Mudah mudahan peningkatan provita akan meningkatankan kesejahteraan rakyat”, ujar Bupati. Ke depan semoga jaringan irigasi bisa dibangun dan ditata dengan baik. Point penting adalah keinginan masyarakat yang tinggi untuk menanam tanaman pangan, jagung 1.000 ha akan segera di tanaman di Bungo. Potensi lainnya adalah embung dan sumber air di hulu sungai, namun belum diserahkan ke pemerintah hak pengelolaanya secara keseluruhan padahal bisa menjadi potensi wisata sangat bagus dan irigasi.
Kepala BPTP Balitbangtan Jambi dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi teknologi pertanian dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi. Inovasi teknologi adalah penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) Inpari 21, jajar legowo super, PTT, pemupukan spesifik lokasi, pengendalian hama dan penyakit terpadu, dukungan kelembagaan tani yang baik, serta waktu tanam yang tepat berdasarkan kondisi iklim pada setiap musim tanam, dengan sinergi semua faktor tersebut akan menghasilkan output produksi yang baik seperti produksi padi Inpari 21 yang dipanen pada saat ini. “Diharapkan VUB padi akan berkembang secara luas dan terdiseminasi dengan baik diwilayah ini, produksi dan produktivitas dapat selalu meningkat dari waktu ke waktu” tambahnya.
Inpari 21 ini merupakan beras Pera yang disukai oleh masyarakat Bungo. Deskripsi dari kegiatan UPBS yang merupakan upaya BPTP Jambi dalam mendukung ketahanan pangan wilayah. Ka.BPTP Jambi juga menyampaikan ada beberapa Varietas Amphibi yang bisa dibudidayakan untuk mengantisipasi masalah pengairan dan erat kaitannya dengan iklim. Kegiatan lainnya yang ada di Kabupaten Bungo adalah demplot peningkatan IP pada lahan kering dengan VUB inpago 8 yang dilaksanakan oleh kelompok Kelompok Wanita Tani/KWT yang aktif. Kegiatan lainnya adalah pola tanam, yang merupakan kombinasi beberapa tanaman pangan yang akan menerapkan varietas unggul baru Badan Litbang Pertanian. “Terima kasih kepada Bupati, Kadistan, Kadis Ketahanan Pangan, Penyuluh, serta petani yang sudah berkerjasama dengan baik” diungkapkan oleh Ka BPTP seraya mengakhiri kegiatan panen tersebut.

SISTEM MENDELEY MEMPERMUDAH PENULISAN ILMIAH

Materi berjudul “Sistem Mendeley Mempermudah Penulisan Ilmiah” disampaikan pada kegiatan Seminar Bulan Juni 2017 BPTP Balitbangtan Jambi, Senin (12/06). Seminar diselenggarakan di Aula Agroinovasi BPTP Jambi, diikuti oleh seluruh peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa BPTP Balitbangtan Jambi serta mahasiswa magang. Narasumber diisi oleh peneliti BPTP Balitbangtan Jambi Jon Hendri, S.P., M.Si dan drh. Sari Yanti Hayanti.

Seminar dibuka oleh Kasie. KSPP BPTP Balitbangtan Jambi Dr. Lutfi Izhar yang berpesan agar melalui seminar ini dapat bersama-sama belajar dan berbagi ilmu. “Mendeley merupakan aplikasi yang berguna untuk membuat sitasi bodynote dan daftar pustaka secara otomatis”  jelas Jon Hendri. “Selain itu aplikasi ini juga menjadi perpustakaan digital pribadi berbasis online” tambahnya. Proses pemasangan dan penggunaan aplikasi Mendeley langsung dipraktikkan oleh seluruh peserta dengan panduan narasumber. Melalui penguasaan aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah pengkaji BPTP Balitbangtan Jambi dalam membuat tulisan ilmiah.

DUKUNG PERBENIHAN, BPTP BALITBANGTAN JAMBI LAKUKAN TANAM PERDANA JAGUNG HIBRIDA BIMA 20 URI

“Penanganan benih Jagung Hibrida perlu keterampilan, ketepatan dan kedisiplinan. Karena jika salah perlakuan akan berakibat tidak disertifikasi oleh BPSPT” demikian ditegaskan Kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM dalam sambutannya saat membuka acara Tanam Perdana Jagung Hibrida Varietas Bima 20 URI, di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kamis, 8 Juni 2017. Ditambahkannya pula bahwa upaya pengembangan tanaman Jagung tidak hanya untuk mewujudkan swasembada di tahun 2019, namun secara masif agar petani bisa memproduksi benihnya sendiri sehingga ke depan akan terwujud kawasan mandiri benih.
Diketahui bahwa tahun 2018 merupakan tahun “benih” yang dicanangkan oleh Kementan. Berkaitan erat dengan hal tersebut, Jagung yang merupakan salah satu komoditas strategis Kementan dan tanaman pangan utama di Indonesia perlu akselerasi untuk peningkatan produksi dan luas tanam. Jagung hibrida memilik potensi produksi tinggi (> 10 ton/ha), merupakan inovasi teknologi pertanian yang memiliki prospek pengembangan baik, khususnya untuk pemenuhan bahan pakan ternak yang sampai saat ini masih import. Upaya lain dengan keluarnya kebijakan pemerintah tentang benih Jagung 40% harus berasal dari benih pemerintah, maka penanaman Jagung hibrida varietas Bima 20 URI semakin mendukung hal tersebut. Sehungan dengan ini, maka BPTP Jambi akan melakukan pengujian spesifik lokasi untuk mengetahui produktifitas Jagung Bima 20 URI yang riil di lapangan, di mana PT. Pertani akan bekerjasama dalam hal pemasaran dan distribusi ke petani di Provinsi Jambi.
Penanaman Jagung hibrida ini merupakan rangkaian dari kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Jagung Kedelai (Pajale) di Lahan Kering dan Tadah Hujan, yang dilaksanakan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) BPTP Balitbangtan Jambi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Ir.Ahmad Maushul, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr.Ir. Ahmad Riduan,M.Si, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr.Ir. Wilyus,M.Si, Kepala PT. Pertani Cabang Jambi, Lalu Sufyan Ashari Sasmita, SP, Kepala BPSPT Prov.Jambi, Mohammad Nasrun, Kepala UPTD TPH Kecamatan Geragai, HBL Harahap, Kepala Desa Suka Maju dan Kepala Desa Kota Baru Kecamatan Geragai, penyuluh, serta peneliti dari BPTP Balitbangtan Jambi. Penanaman yang dilakukan merupakan penanaman tetua jantan parent stock (F1) Jagung hibrida Bima 20 URI. Sedangkan, penanaman tetua betina akan dilanjutkan pada hari Sabtu, 10 Juni 2017 mendatang.
Jagung hibrida Bima 20 URI berasal dari penyilangan antara hibrida silang tunggal G180/Mr14 sebagai tetua betina dengan galur Nei9008P sebagai tetua jantan. Varietas ini mempunyai perakaran yang kuat, tahan rebah, batang bentuk bulat, tinggi tanaman 210 cm, warna malai kuning muda dengan sedikit jingga, warna biji kuning jingga, jumlah baris per tongkol 14-16 baris. Varietas ini tahan terhadap bulai, karat daun, hawar daun dan toleran kekeringan. Potensi hasil 12,81 t/ha pipilan kering dengan rata rata hasil 11,0 t/ha pada kadar air 15%, bobot 1.000 biji 339 g.
Semua pihak yang hadir menyambut baik acara tanam perdana ini dan berkomitmen akan bekerja sama dalam pengembangan Jagung hibrida produksi nasional.

Switch mode views:

Style Sitting

Fonts

Layouts

Direction

Template Widths

px  %

px  %