JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

MERANGIN - Peneliti BPTP Jambi melakukan peninjauan lokasi kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Merangin, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Pamenang Selatan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kelompok tani dan petani kooperator pada Rabu, 16 Januari 2019.

Lokasi demplot berada di Desa Tambang, Kecamatan Pamenang Selatan, dengan luas tanam 1 ha. Varietas unggul berpotensi tinggi (VUB) padi yang ditanam adalah Inpago 10 dan untuk jagung varietas Sukmaraga dan Hibrida Bima 2.

Penanaman padi dan jagung menggunakan alat tanam, persentase tumbuh tanaman padi dan jagung lebih dari 80 persen dan terlihat pertumbuhan awal tanaman padi serta jagung cukup baik. Ini menunjukkan bahwa VUB padi dan jagung dapat beradaptasi baik.

Pada saat kunjungan ke lokasi demplot umur tanaman padi sekitar 52 hari setelah tanam (hst) dan umur tanaman jagung 40 hst. Pertanaman padi dan jagung memasuki fase generatif dan terlihat pertumbuhan tanaman padi dan jagung cukup baik.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

KERINCI - Dr. Adirozal, M.Si selaku Bupati Kerinci membuka Simposium Kayu Manis Kerinci kerja sama Pemda Kerinci dengan Kementerian Pertanian, Ghent University Belgia dan Dewan Rempah Indonesia, di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Rabu (16 Januari 2019).

Acara Simposium dengan tema  “2019 Koerintji Cinnamon Regional Symposium II, Agroforestry for Sustainable Production and Product Certification” (Wanatani untuk Produksi Berkelanjutan + Sertifikasi Produk Kayu Manis Kerinci) dihadiri oleh 100 orang peserta terdiri dari kepala SKPD yang ada di Kerinci, Dewan Rempah Indonesia Pusat dan Daerah Jambi, pengusaha kayu manis dari Jakarta, Surabaya dan Sumatera Barat juga dihadiri oleh petani dan unsur pemerintah lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati berharap Kerinci yang merupakan penghasil kayu manis terbesar dunia hendaknya dapat mensejahterakan petani, pedagang dan konsumen internasional dan mengharapkan dukungan semua SKPD yang ada bisa membantu mendiseminasikan bagaimana menanam kayu manis yang baik sehingga petani mendapatkan harga yang lebih tinggi. Bupati Juga mengharapkan tanaman penghijauan sepanjang jalan yang ada di Kerinci ditanami kayu manis.

Peneliti BPTP Jambi (Jon Hendri, SP., M.Si) menyampaikan potensi kesesuaian lahan yang bagus dengan tanah volkanik yang mengandung bahan organik dan hara yang tinggi untuk kayu manis di Kerinci. Adapun potensi lahan mencapai 80 ribu hektar dengan produksi bisa mencapai 150 ribu ton kayu manis kering setiap tahun dengan nilai rupiah mencapai 500 miliar pertahun.

Profesor Patrick Van Damme dari Ghent University Belgia menyampaikan adanya peningkatan permintaan kayu manis 7 % pertahun untuk pasar eropa tentunya dengan kualitas yang baik, karena masyarakat eropa sangat memperhatikan mutu dan kualitas kayu manis.

Sementara itu, Sidi Rana Menggala (mahasiswa doktoral, fakultas bioscience engineering, Ghent University) menyampaikan pentingnya insentif dari pemerintah daerah bagi pelaku yang bergerak di bidang kayu manis terutama petani dalam menjalankan usahanya. Salah satu pemecahan penguatan kelembagaan petani kayu manis adalah melalui pola kemitraan antara pekebun dengan pengusaha kayu manis dan adanya pengawasan dari pemerintah seperti yang disampaikan oleh Dewan Rempah Indonesia.

Pemateri selanjutnya berasal dari RIKOLTO yang merupakan lembaga internasional yang berpengalaman mendampingi petani dalam pengembangan komoditinya, juga dilanjutkan oleh Direktur Casia-CO-OP yang merupakan penanam modal asing yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor kayu manis Kerinci.

Kayu manis sudah lama dibudidayakan di Kabupaten Kerinci dan sudah diperdagangkan sebagai komoditi ekspor, tapi sampai dengan saat ini belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bukan termasuk komoditi strategis rempah nasional, sehingga dalam perdagangan seringkali petani kayu manis dirugikan karena mutu ditentukan oleh pihak pembeli.

Perumusan Rancangan Sertifikasi Nasional Indonesia (RSNI) ini kemudian menjadi usulan kepada Badan Standarisasi Negara (BSN) untuk keperluan ekspor produk kayu manis Koerintji Cinnamon.

Berlandaskan hal ini, kesempatan untuk bersaing di kancah internasional sebagai produk kayu manis asal Kerinci usahatani kerakyatan memiliki harapan untuk bersaing dengan negara-negara lainnya bilamana didukung oleh kementerian/lembaga dan akademisi untuk turut serta merancang program jangka panjang dengan mereka sebagai suatu wujud standarisasi terkait.(djh)

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

BOGOR - Kegiatan diselenggarakan di Lor In Hotel Sentul, Bogor pada tanggal 14-18 Januari 2018. Peserta lebih kurang 250 orang, terdiri dari Kabag. Umum, Kabag. Tata Usaha, Kasubag. Tata Usaha, semua operator Simak BMN dan Operator Saiba.

Sekretaris Badan Litbang Pertanian saat membuka acara meyampaikan apresiasi yang luar biasa dari Menteri Pertanian terhadap BPTP sebagai pahlawan-pahlawan untuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kementerian Pertanian pada acara Rakernas.

“Dengan workshop semester II saat ini kita dapat menyumbangkan opini untuk WTP kembali pada tahun 2018” tambahnya.

Beberapa poin yang disampaikan Sekretaris Badan, yaitu:

  • Koordinasi perlu ditingkatkan lagi, baik antar unit maupun antar eselon.
  • Pencatatan kegiatan penting dilaksanakan untuk pengarsipan dokumen-dokumen yang urgent.
  • Bentuk tim antar unit yang kuat dan tumbuhkan kekompakan di tim masing-masing.
  • BMN yang bermasalah perlu segera diselesaikan dan diperbaiki, serta lengkapi dokumen yang belum lengkap.
  • PPK harus pejabat struktural dengan syarat mempunyai sertifikat pengadaan. Bila belum ada sertifikat boleh dijabat oleh staf yang mempunyai sertifikat dengan batas waktu selama 6 bulan dan diusahakan pejabat strukturalnya dapat mengikuti ujian sertifikasi pengadaan sebelum waktu 6 bulan atau boleh juga langsung dijabat oleh KPA sebagai PPK.
  • Semua pejabat harus memahami semua peraturan-peraturan yang terkait dengan tugasnya untuk mengamankan anggaran.
  • Kabag. Tata Usaha atau Kasubag. Tata Usaha adalah PPSPM sesuai arahan Sekjen Kementan.
  • Kegiatan BEKERJA distop sementara sampai April 2019, tunggu info lebih lanjut.
  • TGR hasil audit BPK harus segera diselesaikan sebelum pelaporan keuangan disampaikan ke Menteri Keuangan untuk laporan tahun 2018, yang paling lambat 28 Februari 2019.
  • Pemeriksaan oleh BPK saat ini sudah detil sekali sampai ke rincian-rincian kegiatan, maka harus berhati-hati.
  • Libatkan pejabat struktural untuk kegiatan-kegiatan yang strategis, terutama yang berkaitan dengan barang persediaan dan aset.
  • Jalin kerukunan antara KPA, KTU, KSPP dan KPE.
  • Amankan semua aset-aset negara dengan sertifikat, pagar dan dokumen yang jelas dan benar.
Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Peneliti BPTP Balitbangtan Jambi melakukan pembimbingan penanaman padi pada kegiatan demplot tumpangsari padi-jagung Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi pada Selasa (15 Januari 2019).

Luasan lahan yang sudah tanam 1 kapling (2 hektar lahan replanting sawit) dengan benih padi Inpago 10.

Pada kesempatan ini dilakukan penjelasan dan diskusi dengan petani terkait tumpangsari padi - jagung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bukit Subur, Ketua Kelompok Tani dan Peneliti BPTP Balitbangtan Jambi.

Rencana tindak lanjut pemupukan dan pelaksanaan tanam jagung akan dilaksanakan sekitar 10 hari ke depan.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

MERANGIN - Itulah yang telah dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Merangin sejak dua tahun terakhir ini, yaitu pengembalian fungsi eks PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) menjadi persawahan kembali. Kecamatan Pangkalan Jambu akhir-akhir ini terkenal dengan daerah PETI. Sebelum adanya kegiatan PETI, daerah ini adalah sentra produksi padi di Kabupaten Merangin yang luasnya lebih kurang 1.200 ha dan saat PETI berjalan boleh dikatakan tidak ada lagi usahatani padi.

Alhamdulillah, saat ini eks PETI Pangkalan Jambu telah dijadikan sawah kembali seluas lebih kurang 800 ha, yang sudah ditanami padi 2-3 kali, namun hasilnya masih belum baik. Sebelum ada kegiatan PETI hasil padi di Pangkalan Jambu mencapai 7 ton/ha GKP. Varietas padi yang ditanam petani yaitu: IR 42, Cisokan, Batang Piaman, Ciherang, Inpari 30, dan Inpara 3. Masyarakat disini menyukai rasa nasi pera. Pupuk yang diberikan petani selama ini adalah Urea 100 kg/ha, TSP dan KCl masing-masing 50 kg/ha.

Tahun 2019 pendampingan UPSUS BPTP Jambi bersama Dinas TPH Kabupaten Merangin akan melaksanakan demplot padi di areal eks tambang seluas 5 ha. Salah satu yang harus dilkukan adalah mengembalikan bahan organik, baik yang didatangkan dari luar sawah seperti pupuk kandang maupun menjadikan jerami padi setelah panen sebagai bahan organik. Untuk itu diperlukan dekomposer untuk mempercepat pelapukan jerami, seperti M-Dex produk Badan Litbang Pertanian.

BPTP Jambi akan menyusun paket teknologi untuk sawah eks peti. Direncanakan tanam akan dilaksanakan pada bulan April 2019, setelah panen padi pada musim ini. Diharapkan dengan dimanfaatkannya kembali lahan eks tambang PETI ini akan memacu pencapaian target LTT yang ditergetkan Kementan RI kepada Kabupaten Merangin. Disamping kecamatan Pangkalan Jambu juga ada kecamatan tetangga Sungai Manau yang sawahnya dijadikan PETI.

Write comment (0 Comments)