JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

JAMBI - Jumat minggu ketiga setiap bulannya sudah menjadi agenda rutin Dharma Wanita BPTP Balitbangtan Jambi melaksanakan pertemuan dalam rangka meningkatkan kualitas silaturrahim sesama anggota Dharma Wanita. Pertemuan diisi dengan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan atau keterampilan sumberdaya anggotanya seperti demo kecantikan, memasak dan demo produk peralatan rumah tangga. 

Kegiatan pertemuan Dharma Wanita Bulan November 2018 yang dilaksanakan di Aula Agroinovasi BPTP Jambi pada Jumat (16/11/2018) menghadirkan tanaman jenis sayuran dengan teknologi hidroponik sebagai materi pertemuan. Teknologi hidroponik yaitu budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Narasumber pada pelatihan ini adalah Peneliti BPTP Jambi, Syafri Edi SP.

Ketua Dharma Wanita BPTP Balitbangtan Jambi Ibu Merry Rustam, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Narasumber yang bersedia membagikan ilmunya dengan  harapan anggota Dharma Wanita dapat menerapkan teknologi hidroponik sehingga dapat memenuhi kebutuhan sayuran bagi keluarga sendiri. 

Kepala BPTP Balitbangtan Jambi yang diwakili oleh Kasi KSPP Dr. Lutfi Izhar, SP., M.Sc mengapresiasi kegiatan pelatihan ini, yang berarti sudah terjadi proses transfer inovasi teknologi ke lingkungan sendiri/internal dengan kata lain transfer teknologi bukan hanya untuk pihak luar /eksternal.

Antusiasme Ibu-ibu terlihat dalam pelatihan ini, mulai dari penyampaian materi, praktik urutan penerapan teknologi hidroponik, hingga sesi diskusi. Hal ini  ditunjukkan para Ibu  yang segera memesan keperluan peralatan bertanam dengan cara hidroponik, tak sabar ingin mencobanya sendiri di rumah. Narasumber berjanji akan membantu menyediakan pesanan tersebut secepatnya.

Semoga kegiatan yang sudah  dilaksanakan Dharma Wanita BPTP Balitbangtan Jambi menjadi sebuah ilmu yang bermanfaat bagi keluarga.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

TANJUNG JABUNG TIMUR - Pesan ini menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Dr. Nandang Sunandar saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Taman Teknologi Pertanian (TTP) Geragai, Kamis (15/11/2018).

Dr. Nandang Sunandar dan Agus Priyono, A.Md adalah Tim Monev Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) Balitbangtan TA 2018 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, salah satunya TTP Geragai yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Hadir saat Monev tim pengelola TTP BPTP Balitbangtan Jambi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Universitas Jambi dan UPTD Balai Pembibitan Ternak Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dalam arahannya, Dr. Nandang menyampaikan bahwa pembangunan TTP merupakan perwujudan dari nawacita Jokowi. Dikaitkan dengan fungsinya, TTP merupakan sumber khasanah baru arus teknologi/ilmu di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dengan demikian ada 3 kewajiban yang menurutnya harus dilaksanakan yaitu penyelesaian administrasi serah terima aset TTP, keberlangsungan TTP setelah penyerahan ke Pemda dan aktivitas yang melibatkan cerminan sains dan teknologi. Dr. Nandang menyambut positif keterlibatan Universitas Jambi dalam aktivitas TTP dan komitmen Pemda yang luar biasa.

Kepala Disbunnak Tanjabtim Ir. Rajito menjelaskan bahwa sejak awal TTP berdiri kerjasama Pemda Tanjabtim dengan BPTP Jambi sudah berjalan dengan baik. “Bupati Tanjung Jabung Timur sangat konsisten dan komit untuk memajukan TTP, diantaranya dengan mengalokasikan anggaran sejak 2017 hingga RAPBD 2019 untuk pendanaan rutin dan pembangunan TTP Geragai” ungkapnya. Meskipun demikian, ia menyampaikan jika TTP tetap butuh pendampingan dari BPTP dan pusat dalam pelaksanaan kegiatan maupun anggaran.

Prof. Adriani (Universitas Jambi) menyampaikan bahwa dari perguruan tinggi akan melakukan riset di TTP Geragai. Ia berharap TTP bisa berlanjut setelah 3 tahun. Dari segi manfaat TTP berfungsi sebaga pusat pelatihan, pengembangan dan pembibitan ternak, tempat pemagangan maupun pemberdayaan masyarakat. Menurutnya ternak menjadi salah satu yang diunggulkan di TTP Geragai. Ia mengungkapkan jika dukungan Pemda sangat baik, selanjutnya TTP Geragai juga telah bekerjasama dengan perusahaan swasta, diantaranya dengan Petrochina dalam pemberdayaan masyarakat yang berpusat di TTP Geragai.

Disampaikan oleh Dr. Zubir (BPTP Jambi) bahwa ketiga komponen yakni pemerintahan, universitas/penelitian dan swasta sudah dipenuhi di TTP Geragai. Namun, masih ada yang perlu dibenahi dan dikembangkan dari bisnis, science dan kelembagaan TTP Geragai.

Mengakhiri acara, Dr. Nandang berharap agar terjalin kerjasama yang solid antara BPTP, Universitas Jambi dan Pemda dalam pengembangan TTP Geragai. Ia juga menyampaikan agar kegiatan-kegiatan yang terkait dengan core business TTP seperti sawit dan ternak dapat difokuskan di TTP, sehingga aktivitas di TTP dapat berkembang lebih jauh lagi.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Bertempat di aula Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor, Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP menyelenggarakan uji kompetensi bagi penyuluh yang akan mengajukan kenaikan jenjang jabatan fungsional penyuluh pertanian pada tanggal 13-14 November 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kompetensi penyuluh pertanian serta meningkatkan profesionalitas penyuluh, sehingga setiap penyuluh pertanian memiliki kualifikasi kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas.

Kegiatan Uji kompetensi penyuluh secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan Pertanian (Joko Samiyono, SP, MM) mewakili Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, dihadiri oleh Kasubag Kepegawaian BBP2TP, Koordinator Penyuluh Badan Litbangtan, Tim Penguji dan 16 orang penyuluh pertanian peserta uji kompetensi berasal dari: BPTP Jambi, BPTP Sulawesi Utara, BPTP Sumbar, BPTP Bali, BPTP Kepri, BPTP Sultra, BPTP Banten, BPTP Jatim, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi dan 2 orang Penyuluh Pertanian Pusat (Pusluhtan BPPSDMP).

Dalam arahannya pada acara pembukaan, Kapus Penyuluhan Pertanian antara lain menyampaikan bahwa penyelenggaraan uji kompetensi penyuluh ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dalam upaya meningkatkan mutu dan kompetensi bagi penyuluh pertanian baik penyuluh yang bertugas di BPTP, penyuluh pada dinas lingkup teknis pertanian maupun penyuluh lapangan yang akan mengajukan kenaikan jenjang jabatan fungsional penyuluh pertanian.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penyelenggaraan uji kompetensi ini juga merupakan implementasi dari pelaksanaan PP No. 11 tahun 2017, dimana untuk kenaikan jenjang jabatan fungsional penyuluh pertanian disamping telah memenuhi persyaratan Penetapan Angka Kredit dan peta jabatan (formasi), juga harus mengikuti dan lulus dalam uji kompetensi penyuluh.

Dalam uji kompetensi ini, terdapat 3 (tiga) tingkatan kenaikan jenjang jabatan fungsional dengan pembobotan penilaian yang berbeda. Bagi Pejabat Fungsional Penyuluh Ahli Pertama yang naik jenjang ke Ahli Muda pembobotan penilaian terdiri dari pilihan ganda dan wawancara, sedangkan untuk pembobotan penilaian bagi Pejabat Fungsional Ahli Muda ke Ahli Madya selain pilihan ganda dan wawancara, juga terdapat kegiatan pembuatan makalah dan presentasi terkait pengembangan potensi wilayah binaan dalam rangka peningkatan produksi komoditas unggulan berbasis 9 indikator Kinerja Penyuluh Pertanian.

Selanjutnya untuk mencapai kenaikan jenjang jabatan fungsional tertinggi yakni Penyuluh Pertanian Ahli Utama, para peserta uji kompetensi difokuskan pada kemampuan membuat makalah dan presentasi serta wawancara yang mengarah pada analisis dan rekomendasi.

Penyuluh Pertanian Madya BPTP Jambi atas nama Ir. Syafrial yang juga ikut serta dalam uji kompetensi ini untuk naik jenjang jabatan ke Penyuluh Ahli Utama menampilkan makalah dengan judul “Pengembangan Potensi Wilayah Binaan Dalam Rangka Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi”.

Tim penguji kegiatan uji kompetensi penyuluh berjumlah 7 (tujuh) orang, berasal dari Pusat Penyuluhan Pertanian, Biro Organisasi dan Kepegawaian Setjen Kementan, Badan Litbang Pertanian dan Perguruan Tinggi, diketuai oleh  Prof. Sumardjo (Pakar Penyuluhan dari IPB). Penetapan penilaian uji kompetensi akan dilakukan rapat pleno yang dihadiri oleh tim penguji dan pejabat terkait dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementan dan Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP. Peserta uji kompetensi dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai kumulatif dari materi uji paling sedikit 76 point.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Perjalanan edukasi merupakan salah satu metode belajar efektif, siswa-siswi menggali ilmu dan belajar sebagai pengenalan dan mempraktikan secara langsung kegiatan budidaya tanaman dan olahan pangan. Demikian diskusi dengan salah seorang guru pendamping SD Alam AL-Fath di Taman Agro Inovasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jambi, Rabu 14 November 2018. Berjumlah 61 orang siswa-siswi terdiri dari kelas IV dan kelas V serta 6 orang guru pendamping Sekolah Dasar (SD) Alam Al-Fath mengunjungi Taman Agro Inovasi BPTP Balitbangtan Jambi.

Disambut langsung oleh Kepala Kebun Percobaan (KP) Sei Tiga Joko Supriyanto, Penanggung Jawab Taman Agro Inovasi Syafri Edi dan tim serta Dewi Novalinda dari Pasca Panen dan Tim, pagi yang cerah langsung menyapa anak-anak SD Alam AL-Fath yang kelihatan sangat bersemangat. Tercermin dari wajah mereka, dari canda dan tawa mereka bahwa anak-anak ini memang sangat dekat dan bersahabat dengan alam sesuai dengan nama yayasan sekolah mereka yaitu Sekolah Dasar Alam Al-Fath.

Siswa-siswi dibagi dua kelompok, sesuai dengan kelas mereka. Kelas IV mendapat jadwal pertama untuk pembelajaran budidaya tanaman hidroponik dan pengenalan tanaman yang ada di Taman Agro Inovasi, sedangkan kelas V mendapat jadwal pembelajaran olahan pangan yang dibimbing oleh Dewi Novalinda Peneliti Muda Pasca Panen. Masing-masing pembelajaran satu jam, selanjutnya siswa-siswi digulir sehingga semua siswa-siswi mendapat pembelajaran baik hidroponik maupun olahan pangan.

Pembelajaran hidroponik dibimbing oleh Syafri Edi Peneliti Ahli Madya budidaya Tanaman, siswa-siswi dan guru pendamping terlebih dahulu dikenalkan dengan alat dan bahan untuk budidaya hidroponik sekaligus dengan bahan substitusi. Karena banyak sekali bahan-bahan atau barang-barang bekas yang bisa dijadikan sebagai bahan dan alat untuk budidaya tanaman hidroponik, seperti: bekas gelas air mineral, bekas gelas es walls bisa digunakan sebagai pengganti nedpot, singlet, kaos kaki, keset, karpet yang tidak digunakan lagi bisa sebagai pengganti kain planel atau sumbu. Sekam bakar, sabut kelapa bisa sebagai pengganti rockwool. Sehingga selama ini anggapan terhadap budidaya tanaman hidroponik yang mahal, butuh biaya besar ternyata tidak, bahkan barang-barang bekas bisa termanfaatkan. Demikian juga wadah untuk budidaya hidroponik bisa menggunakan jeriken bekas, botol bekas air mineral, box styrofoam, jadi tidak harus menggunakan pipa paralon yang harganya relatif mahal.

Anak-anak sangat antusias menerima semua pembelajaran karena tempatnya yang asri dan langsung di alam yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman seperti tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, berbagai jenis tanaman obat dan tanaman hias. Anak-anak mempraktikan secara langsung budidaya tanaman hidroponik mulai dari pembuatan nedpot dari bekas es walls, pemasangan sumbu, cara menyemai dan menanam langsung pada rocwool dan sekam bakar. Anak-anak juga dapat melihat secara langsung pertumbuhan berbagai jenis tanaman sayuran hidroponik yang ditanam pada tiga model menggunakan pipa paralon, tanaman hidroponik menggunakan box styrofoam sehingga mereka benar-benar tau ternyata tanaman hidroponik itu indah, cantik, hijau, segar dan bebas dari residu pestisida.

Bertempat di saung, tim pasca panen Dewi Novalinda, Lindayanti dan Kusningsih memberikan pembelajaran olahan pangan, berupa es krim dengan bahan ubi jalar dan smoothie pakcoy. Anak-anak tidak hanya menerima pembelajaran tetapi langsung mempraktikan pembuatan smoothie pakcoy dan langsung mencicipi serta merasakan nikmatnya es krim dan smoothie pakcoy yang mereka buat bersama. Ide ini timbul karena kebanyakan anak-anak kurang suka mengkonsumsi sayur padahal sayur merupakan salah satu sumber vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh manusia oleh karena itu diolah dalam bentuk lain sehingga anak-anak suka dan kebutuhan vitamin untuk tubuh dari sayur terpenuhi.

Tak kalah semangatnya buk Mildaerizanti Peneliti Muda  Budidaya Tanaman, menerangkan satu persatu tanaman yang ada di Taman Agro Inovasi serta teknologi budidaya yang digunakan. Ada tanaman buah naga, duren, duku, ada tanaman pare, terong, cabei, tomat, beberapa jenis tanaman sayuran penghasil daun seperti daun bawang, kangkung, bayam, caisin, selada dan lain-lain yang ditanam pada bedengan dan polybag. Ada bermacam-macam tanaman obat seperti sirih merah, sirih hijau, pegagan, mind laut, temu-temuan dan lain-lain. Pada Taman Agro Inovasi pengendalian hama dan penyakit tanaman tidak menggunakan pestisida kimia, tetapi menggunakan tanaman, perangkap kuning dan pemasangan petragenol, sehingga tanaman disini sehat terbebas dari residu pestisida kimia.

Siswa-siswi maupun guru pendamping merasakan perjalanan edukasi kali ini beda dengan yang biasa mereka lakukan. Ini benar-benar di taman yang ditanami berbagai jenis tanaman dengan berbagai teknologi dan ditata dengan sangat apik serta dibimbing oleh peneliti-peneliti yang benar-benar ahli dibidangnya, ramah, penuh kasih sayang dan bersahabat.
Pertemuan berakhir di saung, berdiskusi apa yang baru saja mereka lihat dan pembelajaran yang mereka terima sambil mencicipi es krim dan smoothie pakcoy, berfoto dan penyerahan kenang-kenangan berupa bingkisan. Semoga perjalanan edukasi ini bermanfaat bagi siswa-siswi, guru pendamping serta bagi pengelola Taman Agro Inovasi dan BPTP Balitbangtan Jambi secara umum untuk lebih mengembangkan ilmu serta pengelolaan taman agar lebih baik lagi.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pemupukan merupakan salah satu unsur utama keberhasilan suatu upaya budidaya tanaman. Kandungan unsur hara dan nutrisi yang cukup serta berimbang bagi tanaman merupakan salah satu faktor penentu produksi yang bagus.
Berkaitan dengan hal tersebut, pada hari Selasa, 13 November 2018, dilakukan workshop dan bimtek terkait dengan pumupukan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pelaksanaannya di BPP Kecamatan Muko Muko Bathin VII yang dihadiri oleh 30 PPL perwakilan empat kecamatan (Muko-muko Batin VII, Rantau Pandan, Bungo Dani dan Batin III Ulu), Dinas TPH dan Bun Kabupaten Bungo dan BPTP Jambi sebagai narasumber.

Pemaparan tentang sejarah perpupukan, perkembangan pupuk, kendala dan tantangan pemupukan, teori pemupukan, aplikasi pemupukan dan rekomendasi pupuk berimbang merupakan beberapa materi yang disampaikan oleh Kasie. KSPP BPTP Jambi Dr. Lutfi Izhar SP., M.Sc. Perhitungan dosis pemupukan, perkembangan LTT, budidaya padi, jarwo super serta penggunaan PUTK dan PUTS dipaparkan oleh peneliti Jon Hendri, SP., M.Si.

Antusiasme dan ketertarikan peserta dalam berdiskusi secara luas tidak hanya sesuai dengan materi pemupukan, namun hal lain yang terkait seperti pola tanam organik, MOL, pengendalian hama/penyakit, ketersediaan pasar, kondisi penyuluh saat ini, program strategis Kementan dan hal lainnya didiskusikan dengan menyesuaikan data, informasi serta mekanisme yang ada.

Secara umum, pelatihan, bimtek dan workshop seperti ini diharapkan dapat berlangsung setiap tahun dengan materi spesifik lokasi disertai praktik lapang. Komunikasi dan kerjasama antara BPTP dengan BPP yang ada di Kabupaten Bungo agar bisa lebih diintensifkan baik dengan aplikasi acara yang sama maupun korespondensi mengunakan alat bantu yang ada. Fasilitas bagi PPL seperti leaf colour chart, PUTK, PUTS dan lainnya agar bisa diupayakan sampai ke BPP atau petugas di lapangan.

Write comment (0 Comments)