JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

BUNGO - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo melakukan evaluasi status hara dan rekomendasi pemupukan padi sawah spesifik lokasi di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.

Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Bathin III Ulu, mencakup luas lahan sawah 670 ha, yang tersebar pada 8 desa dan 39 kelompok tani.

Survei lapang dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 20 - 23 November 2019 dan tahap kedua pada tanggal 27 November - 3 Desember 2019.

Pada tahap pertama telah dilakukan pengambilan sampel tanah komposit di 4 (empat) desa/dusun yaitu Muara Buat, Buat, Laman Panjang dan Lubuk Beringin.

Pengambilan sampel tanah dilakukan pada setiap kelompok tani yaitu pada 19 (Sembilan belas) kelompok tani. 

Pada tahap kedua (survei lanjutan) dilakukan pengambilan sampel tanah komposit di 4 (empat) desa/dusun lainnya yaitu Karak Agung, Timbo Lasi, Senamat Ulu dan Sungai Telang.

Pengambilan sampel tanah juga dilakukan pada setiap kelompok tani yaitu pada 21 (dua puluh satu) kelompok tani.

Pada saat ini sebagian besar lahan sawah dalam keadaan bera, menunggu datang hujan petani akan melakukan pengolahan tanah.

Dalam pelaksanaan survei, tim survei BPTP Jambi juga dibantu oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bathin Ulu sebanyak 7 orang.

Pengamatan karakteristik tanah di lapangan dilakukan dengan metode survei mengikuti metode rigid dengan kerapatan ± 25 ha per titik.

Namun, karena variasi luas lahan masing-masing kelompok tani sangat tinggi maka untuk satu sampel tanah komposit mewakili 5-10 ha.

Pengambilan contoh tanah dengan pemboran tangan untuk dianalisis di laboratorium dengan kerapatan 100-150 meter per titik.

Pengambilan contoh tanah menggunakan bor tanah pada kedalaman 0 - 20 cm sebanyak ± 1 kg tanah setiap pengambilan contoh tanah.

Dari tiap pengambilan contoh tanah tersebut, dilakukan pencatatan hasil pembacaan koordinat pada GPS.

Contoh tanah komposit yang diperoleh dari lapang dikeringanginkan kemudian dihaluskan dan diayak dengan pengayak berdiameter 2 mm.

Contoh tanah halus hasil pengayakan dianalisis di laboratorium BPTP Jambi.

Disamping itu, juga dilakukan analisis tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk semua sampel tanah komposit.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

MUARO JAMBI - Kelompok Bermain (KB) Permata Ibu yang beralamat di Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi mengunjungi Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi pada kamis (05/12/2019).

Kunjungan KB Permata Ibu ini disambut Penanggung Jawab kegiatan Tagrimart, Syafri Edi, SP. yang menyampaikan rasa bahagia menerima kunjungan siswa-siswi dari KB Permata Ibu untuk kedua kalinya.

"Kunjungan kali ini membanggakan kami. Siswa-siswi kami perkenankan untuk belajar sambil bermain disini,” kata Syafri Edi.

Rombongan dikomandoi langsung oleh Kepala Sekolah KB Permata Ibu, Melawati, S.Pd.

Dalam sambutannya Ia menyebutkan bahwa, “IP2TP adalah wisata yang tak membosankan. Tidak hanya tanaman saja yang bisa dilihat siswa-siswa secara langsung, namun juga ternak seperti sapi dan kambing.”

Kegiatan dimulai dengan menanam kangkung dan sawi serta memberikan kesempatan untuk memanen kangkung bersama-sama.

Kegiatan menanam dan memanen menjadi materi wajib tiap kunjungan siswa-siswi, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, yang tidak hanya menyenangkan namun juga kaya pengalaman untuk diceritakan.

Berada di saung Tagrimart, kembali siswa-siswi diberikan materi “mengenal jenis sayuran sehat.”

“Siapa yang suka sayuran?” Tanya tim Tagrimart.

“Aku suka capcay.” Jawab anak-anak lucu dan menggemaskan.

Pada kesempatan ini siswa-siswi diberi beberapa pertanyaan nama-nama sayuran, tak lupa diberikan souvenir yang menyehatkan untuk dikonsumsi bersama.

Kegiatan berlanjut ke peternakan, bersama tim IP2TP dan Tagrimart mendampingi siswa-siswi yang asyik dan menikmati saat memberi makan sapi dan kambing.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto bersama.

Terima kasih telah memilih BPTP Jambi sebagai tempat kunjungan. Kami tunggu kunjungan berikutnya.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KOTA JAMBI - Dalam rangka melestarikan Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal Provinsi Jambi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi sudah melaksanakan kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lokal yang telah berlangsung dari tahun 2013 - 2019.

Beberapa varietas lokal telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP).

Untuk mendiseminasikan hasil kegiatan SDG yang sudah dilaksanakan, maka pada Rabu, 4 Desember 2019 bertempat di Aula Agroinovasi BPTP Jambi diselenggarakan pertemuan Sosialisasi Hasil Kegiatan Sumber Daya Genetik di Provinsi Jambi yang dihadiri kurang lebih 50 orang yang berasal dari: anggota KOMDA SDG Provinsi Jambi, Balitbangda Provinsi Jambi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi dan Universitas Batanghari, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jambi, UPTD BPSPT, UPTD Perbenihan, UPTD BPTPH, pengawas benih, peneliti dan penyuluh BPTP Jambi.

Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Kepala BPTP Jambi mengharapkan sumber daya genetik tanaman merupakan kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan pertanian.

Pemanfaatan SDG tanaman dapat berupa budidaya langsung untuk memenuhi kebutuhan atau memanfaatkan SDG tersebut untuk merakit varietas unggul baru melalui kegiatan pemuliaan.

Sumber daya genetik tanaman yang memiliki keunikan dapat dilindungi untuk memperoleh hak perlindungan varietas tanaman.

Acara pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan materi hasil kegiatan Sumber Daya Genetik di Provinsi Jambi yang disampaikan oleh Dr. Desi Hernita, SP., M.P. dengan judul “Pengelolaan Sumberdaya Genetik di Provinsi Jambi” yang dilanjutkan dengan diskusi.

Banyak saran-saran yang disampaikan peserta pertemuan, diantaranya Komisi Daerah (Komda) SDG menginstruksikan kabupaten/kota untuk membangun kebun koleksi SDG untuk menyelamatkan SDG yang sudah dilepas dan didaftarkan serta mengkomersialkannya.

KOMDA SDG Provinsi Jambi akan merencanakan untuk melakukan audiensi dengan Gubernur Provinsi Jambi dalam upaya penekanan khusus untuk membuat aturan yang mengikat agar SDG yang sudah dieksplorasi tetap terjaga kelestariannya dan diharapkan pemerintah kabupaten/kota melakukan pengembangan SDG di Provinsi Jambi.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

MUARO JAMBI - Mengakhiri kegiatan belajar mengajar semester I, Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Fatih Kids mengadakan wisata edukasi “lebih dekat mengenal tumbuhan” ke Taman Agroinovasi.

Kunjungan berasal dari siswa-siswi PAUD berumur 2,5 sampai dengan 5 tahun sebanyak 75 orang dengan 12 guru pembimbing pada Selasa, 03 Desember 2019.

Disambut langsung Kepala IP2TP, Joko Supriyanto, SP dan Penanggung Jawab kegiatan Tagrimart, Syafri Edi, SP menyampaikan rasa terima kasih kepada anak-anak yang begitu bergembira sampai di IP2TP.

“Hari ini kita akan berpetualang di sini, di IP2TP. Anak-anak akan kami persilakan untuk melihat, memegang tanaman secara langsung di Tagrimart. Kita juga akan bersama-sama menanam dan memanen kangkung. Kita juga akan memberi makan sapi. Okeee..“  sambut Syafri Edi, SP. Bergemuruh. Riang.

Kepala Sekolah PAUD Al Fatih, Renny Asniati, S.Pd dalam sambutannya menyebutkan bahwa kunjungan tahun ini adalah kunjungan kedua kalinya.

Pada kesempatan ini, Ia juga menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan fieldtrip ini. Memohon izin memberikan kesempatan kepada guru pembimbing untuk langsung mengenalkan tanaman pada siswa sesuai dengan umurnya.

Cuaca mendung, ternyata tak menyurutkan semangat anak-anak berpetualang menuruni areal Tagrimart yang tak rata.

Tim KP dan Tagrimart ikut serta ekstra mendampingi anak-anak yang usianya masih tergolong kecil.

Tak ada pengajaran khusus yang diberikan pada kunjungan ini, anak-anak dibiarkan menikmati tiap jengkal areal Tagrimart dengan hati gembira, memegang bahkan memetik tanaman. Pengalaman baru bagi anak-anak ketika diajak memetik dan memanen kangkung bersama.

Petualangan berlanjut dengan mengunjungi kandang sapi. Rasa takut bercampur rasa ingin tahu tergambar pada wajah anak-anak ketika diberi kesempatan memberi makan sapi.

Langit gerimis maka petualangan anak-anak di lapangan diakhiri. Kegiatan ditutup dengan cooking class, membuat dan minum jus mangga bersama.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

MERANGIN - Tanam perdana jagung dilaksanakan di Desa Rawa Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin pada Minggu, 1 Desember 2019 yang dihadiri oleh Bupati Merangin, Direktur PT. Amal, Staf Ahli Gubernur, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Merangin, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi, Bapeltan, BNI, Dandim, Camat, Kepala Desa, PPL, KUD, Gapoktan, petani dan masyarakat.

Acara dimulai dengan tanam perdana jagung bersama Bupati, Staf Ahli Gubernur, Kadis TPHP Provinsi, Kadis TPH Kabupaten, BPTP, Bapeltan, Dandim, Camat dan Kades dengan menggunakan alat tanam jagung dan varietas jagung hibrida dilanjutkan dengan sambutan oleh Kadis TPHP Provinsi Jambi, Direktur PT. Amal, Bupati Merangin dan Staf Ahli Gubernur.

Dalam sambutannya, Kadis TPHP Provinsi Jambi menyampaikan dalam Program Menteri Pertanian 100 hari kerja dan Kostratani, simpulnya berada di BPP Kecamatan.

Kemudian disampaikan total pengembangan jagung hibrida tahun 2019 yaitu 11.978 ha yang terdiri dari 10.000 ha monokultur dan 1.978 ha tumpang sari.

Untuk Kabupaten Merangin seluas 1.800 ha terdiri dari 1.500 ha jagung monokultur dan 300 ha tumpang sari.

Bantuan lainnya seperti padi gogo/ladang seluas 1.000 ha, bawang putih 25 ha, bawang merah umbi 10 ha, bawang merah biji 5 ha, cabe 80 ha serta alsintan yaitu traktor, kultivator dan sprayer.

Kadis juga menyampaikan apresiasi kepada PT. Amal karena siap menampung hasil jagung dengan harga Rp 3.500-4.000/kg.

Direktur PT. Amal dalam sambutannya menyampaikan bahwa PT. Amal berdiri pada tahun 2018 dan siap menampung hasil jagung petani Kabupaten Merangin sebanyak 300 ton/hari, sedangkan kebutuhan jagung di Indonesia sebesar 1.000 ton/hari.

Rencananya tahun depan akan ada investor ternak ayam di Kabupaten Merangin dan siap menampung hasil jagung untuk pakan ternak.

Selanjutnya Bupati Merangin dalam sambutannya menyampaikan bahwa misi dan visi Kabupaten Merangin adalah unggul di bidang pertanian.

Rencananya pada tahun 2020 ada kerja sama dengan LIPI terkait pendampingan penanaman sampai dengan pengemasan produksi dan pemasaran ke lembaga pertanian dengan komoditas bawang putih, kentang, gula nira dan komoditas potensi lainnya serta desain Kebun Raya Merangin.

Pada tahun 2020 rencananya juga akan dibuat bendungan yang dapat mengairi sawah seluas 12.000 ha.

Hari Krida Pertanian tahun 2020 akan dilaksanakan di Kecamatan Jangkat yaitu pertanian dan pariwisata.

Staf Ahli Gubernur dalam sambutannya menyampaikan gerakan tanam perdana jagung di Kabupaten Merangin dapat membantu petani dari aspek pendapatan dengan mengoptimalkan lahan replanting kelapa sawit.

Kabupaten Merangin memiliki potensi di sektor pertanian tanaman pangan diantaranya padi, jagung dan kedelai. Pemerintah pusat sangat mendukung swadaya di bidang pertanian.

Write comment (0 Comments)