JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Varian Dan Proses Pengolahan Gula Merah Tebu Kerinci

Hamparan perkebunan teh nan indah di Kecamatan Kayu Aro harus dilewati untuk mencapai desa yang memproduksi gula merah dari Tebu Kerinci. Dibalik hamparan kebun teh tersebut, terdapatlah suatu kawasan tanaman tebu seluas lebih dari 1600 ha pada ketinggian 1.400 dpl. Udara dingin menghantarkan kami menuju rumah beberapa petani yang memproduksi gula merah dari tanaman tebu kerinci.  Tebu Kerinci yang sudah dilepas Menteri Pertanian baru-baru ini dikenal dengan nama Varietas Unggul Lokal “POJ 2878 Agribun Kerinci”.  Kondisi eksisting produksi gula merah ditemukan pada empat desa di Kecamatan Kayu Aro Barat (Desa Sungai Asam, Lindung Jaya, Giri Mulyo dan Kampung Baru).

Produksi gula merah curah ditemukan di Desa Sungai Asam dengan petani Bapak Suraten, gula merah tidak dicetak, hanya dihamparkan pada terpal untuk proses pengerasan. Gula merah untuk konsumsi di temukan di Desa Lindung Jaya (Bapak Musino dan Bapak Sentot), Giri Mulyo (Bapak Tukiran) dan Kampung Baru (Bapak Semianto). Gula merah untuk konsumsi dibuat dengan cetakan dan berbentuk segiempat dan dikenal juga dengan sebutan gula petak, gula merah petak berwarna cokelat muda cerah dan lebih bersih dibanding dengan gula merah curah (cokelat tua gelap). Proses pembuatan gula merah dilakukan secara organik dengan memasak nira tebu sampai kental dan membuang buih selama proses pemasakan. Sesaat menjelang kental, ditambahkan sedikit minyak makan (2-4 sendok untuk satu kawah pemasakan per 60-70 kg gula) yang berfungsi untuk menghilangkan buih. Daya simpan gula merah dapat mencapai lebih dari 3 bulan. Gula merah yang sudah diproduksi segera dibeli oleh konsumen dalam hari yang sama dan tidak tersimpan lama di rumah produksi. Setiap satu kali produksi gula merah yang dihasilkan sebanyak 70-100 kg. Setiap rumah tangga rata-rata memproduksi 2 kali dalam seminggu. Desa Sungai Asam dapat memproduksi 80-100 ton per bulan untuk gula merah curah, sedangkan Desa Lindung Jaya dan lainnya memproduksi gula petak dapat mencapai produksi 10 ton/bulan.

Sumber: Dr. Araz Meilin